Gencar Perangi Praktik Rentenir, Cabup Bandung Dadang Supriatna Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Bank Emok

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

29 Okt 2024 13:05

Thumbnail Gencar Perangi Praktik Rentenir, Cabup Bandung Dadang Supriatna Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Bank Emok
Cabup Bandung Dadang Supriatna saat silaturahmi dengan Forum Guru Madrasah se-Kab Bandung, di GOR Adi Futsal, Jl Rancawangi, Desa Tegalluar, Kec Bojongsoang, Senin (28/10/24). (Foto: Iwa/Ketik.co.id)

KETIK, BANDUNG – Demi menyelamatkan warganya dari praktik rentenir yang dilakukan bank emok atau bank keliling, Calon Bupati Bandung nomor urut 2 Dadang Supriatna sampai rela dimusuhi oleh kelompok bank emok karena kevokalannya untuk menjauhi bank emok.

Hal itu ia tuturkan saat silaturahim bersama Forum Guru Madrasah Swasta, di GOR Adi Futsal, Jl Rancawangi, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Senin (28/10/2024).

Cabup Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini menuturkan, karena seringnya menyerukan warga untuk menjauhi bank emok di setiap forum, hal itu membuat para praktisi bank emok jadi gerah. 

Bahkan saking kegerahannya, Kang DS sendiri kerap didatangi orang suruhan dari bank emok dan menawarkan sesuatu kepadanya, agar ia tidak lagi menyerukan warga untuk menjauhi bank emok.

Baca Juga:
Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

"Punten yeuh, ini pengalaman pribadi. Banyak yang membujuk saya, orang suruhan bank emok. Bahkan menawarkan perlu uang berapa miliar. Saya bilang, saya tidak butuh uang. Hidup saya udah cukup dengan makan tiga kali sehari," ungkapnya.

Jika ia menerima uang dari suruhan bank emok tersebut, kata Kang DS, berarti dirinya turut melegalkan bank emok. Kang DS tidak mau warga Kabupaten Bandung celaka dengan terjebak dan terlilit utang dari bank emok.

"Biarin saya dibenci bank emok juga. Tidak ada masalah buat saya. Daripada masyarakat Kabupaten Bandung yang rusak gara-gara bank emok," tandasnya.

Maka dari itu program pinjaman dana bergulir tanpa jaminan tanpa bunga dengan total anggaran Rp70 miliar dari APBD dan akan ditingkatkan tahun 2025 sampai Rp100 miliar.

Baca Juga:
Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

"Agar masyarakat Kabupaten Bandung sejahtera dan tidak perlu pinjam uang ke bank emok," tegasnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Cabup Dadang Supriatna menyerukan kepada masyarakat untuk mengusir bank emok atau bank keliling yang datang ke lingkungannya.

Sebab menurut cabup petahana ini, di balik pemberian pinjaman utang dari bank emok kepada warga, justru bank emok yang mempraktikan rentenir ini membuat warga jadi terlilit utang karena beban bunganya yang sangat tinggi.

“Kalau masih datang bank emok ke lingkungan Bapak/Ibu, usir saja. Harus ada keberanian warga untuk mengusir bank emok,” seru Kang DS saat Pemantapan Koordinator TPS se-Kecamatan Ibun, di Gedung Pabrik H. Rahmat, Jl. Babakan Salam, Desa Lampegan, Kecamatan Ibun, Senin (21/10/2024).

Praktek rentenir dari bank emok ini juga menimbulkan dampak yang luar biasa. Di antaranya menjadi musabab angka perceraian yang cukup tinggi di kabupaten Bandung yang mencapai 10.000 pasangan suami istri.

“Setelah diteliti, 70% penyebabnya karena bank emok dan pinjol, selain penyebab masalah ekonomi lainnya,” ujarnya.

Karena itu Kang DS berharap warga semuanya sehat pikiran, sehat jasmani, sehat rohani. Sebab kalau punya utang ke bank emok pasti jadi pikiran warga juga.

Ia mengaku sejak dirinya masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung dan DPRD Jawa Barat hingga kini, persoalan masyarakat yang terjebak dan terlilit bank emok terus memakan banyak korban. Bahkan ketika dirinya menjadi Bupati Bandung, banyak aspirasi warga yang meminta agar Kang DS memberantas bank emok.

“Makanya saat saya jadi Bupati Bandung, kita buatkan program pinjaman modal dana bergulir tanpa jaminan tanpa bunga. Pemkab Bandung menyimpan dana Rp100 miliar untuk dana bergulir ini di BPR Kerta Raharja dan Bank Bjb. Tahun ini Rp70 miliar, tahun depan ditambah lagi Rp30 miliar sehingga total menjadi Rp100 miliar,” ungkap Kang DS.

Ia menyebut sampai saat ini sudah tersalurkan sekitar 32.000 nasabah di Kabupaten Bandung yang mengakses program ini.(*)

Baca Sebelumnya

Tim Pemenangan Nilai Herman Deru Tampil Memukau, Sebut Debat Bukan Ajang Saling Tuding

Baca Selanjutnya

Pimpin Rakor Pemenangan Pilkada di Trenggalek, Hasto Sebut Elektoral Risma-Gus Hans Meroket

Tags:

bank emok Rentenir cabup bandung DADANG SUPRIATNA pilbup bandung pilkada kab bandung dana bergulir

Berita lainnya oleh Iwa AS

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Bupati Bandung Gercep  Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

11 April 2026 19:56

Bupati Bandung Gercep Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

11 April 2026 15:15

Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar