Gen Z Bikin Demo Jadi Kreatif, dari Meme, Poster Satir, sampai Video Viral

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rahmat Rifadin

14 Sep 2025 10:07

Thumbnail Gen Z Bikin Demo Jadi Kreatif, dari Meme, Poster Satir, sampai Video Viral
Ilustrasi demonstrasi. (Ilustrator: Rihad Kumala/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Demonstrasi tak lagi identik dengan orasi lantang dan spanduk besar. Generasi Z (Gen Z) menghadirkan wajah baru gerakan sosial: kreatif, satir, dan viral.

Poster-poster jenaka dengan kalimat menyentil, meme yang cepat menyebar di media sosial, hingga video singkat yang memancing diskusi menjadi ciri khas demonstrasi era digital.

Fenomena ini, menurut Dr Aribowo Drs MS, Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga, menunjukkan bahwa Gen Z tak hanya turun ke jalan untuk protes, tapi juga merancang pesan mereka agar lebih mudah diterima publik.

“Sejak zaman Hindia Belanda, yang melawan pemerintah ya generasi muda. Posisi sosial mereka membuat mereka lebih peka terhadap ketidakadilan. Sekarang, mereka menyalurkan kepekaan itu dengan cara yang kreatif,” jelas Aribowo.

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

Foto Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga Dr Aribowo Drs MS. (Foto: Humas Unair)Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga Dr Aribowo Drs MS. (Foto: Humas Unair)

Seni sebagai Senjata Perlawanan

Aribowo menjelaskan bahwa kreativitas dalam gerakan sosial bukan fenomena baru. Sejak 1950-an, konsep happening art berkembang sebagai bentuk perlawanan, di mana seni rupa, teater, hingga sastra menjadi medium kritik sosial.

Menjelang Reformasi 1998, ekspresi seni bahkan menjadi pengobar semangat perlawanan mahasiswa.

Baca Juga:
Kasus Andrie Yunus Picu Aksi Mahasiswa di Malang, Dinilai Jadi Alarm Ancaman Demokrasi

Happening art mengangkat realitas masyarakat dan menjadikannya bagian dari perlawanan. Kini bentuknya semakin beragam, termasuk visual digital dan meme,” tambahnya.

Media Sosial Jadi Medan Aksi

Bedanya dengan masa lalu, Gen Z kini punya senjata baru: media sosial. TikTok, Instagram, hingga X (Twitter) menjadi ruang perlawanan yang efektif. Pesan-pesan kritis dibungkus ringan, menghibur, dan mudah dibagikan.

“Media sosial menjadi instrumen penting untuk membicarakan keresahan, ketimpangan, dan ketidakadilan, baik di Indonesia maupun global,” jelas Aribowo.

“Di situ pula perlawanan terhadap pejabat, pemerintah, hingga negara dirumuskan.”

Kendati terlihat santai dan penuh humor, demonstrasi Gen Z bukan aksi main-main. Mereka tetap serius menyiapkan strategi, mulai dari penyusunan siaran pers, membangun jejaring komunikasi, hingga advokasi hukum.

Format aksi yang cair justru membuat mereka lebih adaptif. Isu yang diangkat pun lebih beragam—mulai dari iklim, hak digital, hingga kebijakan pendidikan—dan disampaikan dengan bahasa yang relatable bagi masyarakat luas.

Namun kreativitas saja tidak cukup untuk melahirkan gerakan besar. Aribowo menegaskan bahwa aksi demonstrasi selalu muncul karena ada masalah nyata yang dirasakan masyarakat.

“Gerakan sosial tidak pernah tumbuh dalam ruang kosong. Deprivasi, ketidakadilan, dan kesenjangan yang tampak di masyarakat menjadi pemicu utama lahirnya perlawanan,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Memukau, Pembukaan MTQ XXXI Jatim di Jember Suguhkan Atraksi Drone dan Tarian Kolosal

Baca Selanjutnya

Kekayaan Haji Isam Melonjak Jadi Rp32 T Hanya Dalam Dua Pekan

Tags:

Unair demonstrasi gen z demonstrasi Pakar Unair Dosen Fisip Unair Dr Aribowo Gen Z Demo

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar