Gempa Sumedang, Begini Kondisi Terkini

Jurnalis: Wandi Ruswannur
Editor: M. Rifat

1 Jan 2024 04:05

Thumbnail Gempa Sumedang, Begini Kondisi Terkini
Pasien RSUD Sumedang dievakuasi pasca gempa (31/12/2023). (Foto: BPBD Sumedang for Ketik.co.id)

KETIK, SUMEDANG – Gempa Bumi Tektonik M4,1 dirasakan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang terjadi pada Minggu, 31 Desember 2023 sekitar pukul 14:35:34 WIB menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan.

Hasil analisa BMKG menunjukkan gempa bumi ini terletak pada koordinat 6.85 LS dan 107.93 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 km Timur Laut Kabupaten Sumedang, pada kedalaman 7 km.

Berikut update BPBD Sumedang mengenai kondisi pasca Gempa Sumedang hingga Senin, 01 Januari 2024 dini hari.

1. RSUD Sumedang terdapat 248 pasien rawat inap dan 83 pasien IGD ditempatkan di halaman RS dan 5 tenda yang ditempatkan di jalan raya dan sudah ditutup.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

2. Ada 3 bangunan RS Sumedang yang retak gedung Paviliun, VIP dan Sakura serta sedang dilakukan pengecekan tim konstruksi.

3. RS Pakuon dalam kondisi aman, seluruh pasien sudah dievakuasi keluar RS ke tempat yang aman. Petugas sudah dikerahkan untuk assesment sampai detail terhadap daerah terdampak.

4. Daerah Babakan Hurip 53 rumah rusak dan kurang lebih ada 200 warga sudah mengungsi ke tiga lokasi lapangan.

5. Sedang dibangun tenda lapangan di Babakan Hurip untuk menampung warga terdampak.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

6. Untuk Posko Utama di Pos Pam Nataru depan alun-alun Sumedang dan Posko informasi juga berada di alun-alun Sumedang.

7. Pj. Bupati Sumedang memastikan kondisi pasca gempa aman terkendali dan mengimbau warga untuk tetap tenang dan kalau ada gempa susulan bisa langsung keluar rumah.

8. Terkait keretakan di Twin Tunel Tol Cisumdawu, Forkopimda Sumedang berkoordinasi dengan CKJT (Pengelola Tol Cisumdawu).

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif daerah setempat," tulis Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, ST, MM., yang diterima media online nasional Ketik.co.id, Senin (1/1/2024).

Hartanto menjelaskan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Sumedang dengan Skala Intensitas IV MMI.

"Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Sementara itu, masih kata Hartanto, terasa juga di Cileunyi, Rancaekek, Lembang, Cicalengka, Jatinangor dan Subang dengan skala Intensitas II - III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - getaran dirasakan nyata dalam rumah.

"Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, di Garut, Cianjur dan Kota Bandung dengan Skala Intensitas II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," tuturnya.

Secara khusus, dirinya mengajak masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @bmkgwilayah2 atau @infoBMKG), website (http://bbmkg2.bmkg.go.id/ atau http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg," bebernya.(*)

Baca Sebelumnya

Diduga Kena Percikan Kembang Api, Gudang Palet di Dupak Masigit Hangus Terbakar

Baca Selanjutnya

Wyndham Surabaya Sukses Gelar A Night At The Carnival di Malam Tahun Baru 2024

Tags:

Gempa Sumedang pasien RSUD Sumedang BMKG BPBD Sumedang

Berita lainnya oleh Wandi Ruswannur

Komitmen Raih Zero Net Emission, KAI Terus Kebut Fasilitas Stasiun Ramah Lingkungan

4 Agustus 2024 06:05

Komitmen Raih Zero Net Emission, KAI Terus Kebut Fasilitas Stasiun Ramah Lingkungan

Atasi Masalah Kotoran Hewan, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Adakan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos

31 Juli 2024 00:05

Atasi Masalah Kotoran Hewan, Mahasiswa KKNT Inovasi IPB Adakan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos

Potret Kebersamaan Prajurit TNI Nobar Final Timnas Indonesia U-19 vs Thailand

30 Juli 2024 05:23

Potret Kebersamaan Prajurit TNI Nobar Final Timnas Indonesia U-19 vs Thailand

LRT Jabodebek Kenalkan Transportasi Massal kepada Anak-Anak Lewat Edutrain

29 Juli 2024 05:52

LRT Jabodebek Kenalkan Transportasi Massal kepada Anak-Anak Lewat Edutrain

Resep Mudah Membuat Sate Jamur, Lezat!

28 Juli 2024 01:17

Resep Mudah Membuat Sate Jamur, Lezat!

Roadshow Bus KPK, Pemkab Cianjur Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Diskusi Anti Korupsi

27 Juli 2024 10:45

Roadshow Bus KPK, Pemkab Cianjur Gelar Lomba Cerdas Cermat hingga Diskusi Anti Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar