KETIK, MALANG – Partai Gelora Jawa Timur terus mematangkan kualitas struktur organisasinya melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) pada Minggu, 26 Juli 2026.

Agenda ini diikuti jajaran Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD Wilayah Zona Empat, yang meliputi Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Melalui pembekalan ini, para pengurus daerah dibekali berbagai materi krusial, mulai dari keorganisasian yang efektif, komunikasi publik, kepemimpinan, hingga strategi penggalangan massa. Langkah ini diambil untuk memastikan nilai-nilai serta visi dan misi partai dipahami secara utuh dan dapat diterapkan secara optimal sebelum diteruskan ke tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Jawa Timur, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa ruh partai berada di tangan para kadernya. Karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat DPD menjadi fondasi penting untuk membangun mesin partai yang solid, responsif, dan adaptif.

"Bekal-bekal materi yang disampaikan dalam kegiatan ini, sebagai bentuk tujuan besar untuk meraih visi misi partai. Agar mereka bisa benar-benar memahami dan menguasai nilai-nilai partai, termasuk ketika praktiknya di lapangan sesuai dengan yang kami harapkan," ujarnya kepada Ketik.com. 

Baca Juga:
Songsong Pemilu 2029, Gelora Jatim Panaskan Mesin Partai di Malang

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pimpinan DPD Partai Gelora Jawa Timur Zona Empat di Kota Malang, Minggu, 26 Juli 2026. (Foto: Kukuh/Ketik)

Munir mengungkapkan, agenda ini juga bertujuan membuka panggung dan kesempatan luas bagi generasi muda untuk tampil di garda terdepan politik. Sekaligus, mengikis persepsi negatif anak muda yang kerap menganggap dunia politik penuh intrik dan kaku.

"Kami ingin merubah pandangan tersebut, bahwa sebetulnya berpartai dan berpolitik itu asyik. Sehingga, nanti akan muncul generasi-generasi yang lebih kuat, penuh inovasi dan kreativitas. Karenanya, Partai Gelora sangat terbuka kepada adik-adik dan kami siap memberikan panggung serta kesempatan tersebut," bebernya. 

Ia menyadari adanya konsekuensi terkait keterbatasan pengalaman kader muda. Namun, pihaknya menilai hal itu bukanlah hambatan berarti.

Baca Juga:
Fahri Hamzah: Indonesia Darurat Perbaikan Sistem Pemberantasan Korupsi

"Ingat, para senior-senior itu juga memulainya dari sesuatu yang tidak langsung kaya akan pengalaman. Sehingga, kami memberikan kesempatan tersebut," tambahnya. 

Komitmen memberi ruang berpolitik bagi anak muda ini tecermin nyata dari struktur kepengurusan Partai Gelora di Jawa Timur. Dari 38 kabupaten/kota yang ada, rata-rata usia pengurus inti DPD berada di bawah 36 tahun.

"Ini sesuatu yang membuat kami bersyukur. Kami bersyukur jika kemudian diberi kesempatan dan pemikiran yang benar, maka mereka akan punya pandangan yang jauh lebih besar untuk membawa masa depan Indonesia," terangnya. 

Selain memperkuat aspek teknis organisasi, peningkatan kapasitas kader ini dirancang sebagai benteng moral dan ideologis di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai praktik korupsi maupun pelanggaran aturan.

"Berorganisasi utamanya dalam partai politik, guncangan dan ujiannya banyak. Proses kaderisasi dan pembekalan kapasitas ini adalah bagian dari ikhtiar besar kami membentengi mereka. Sehingga, jangan sampai mereka tergiur untuk melakukan hal-hal yang salah," tandasnya.(*)