KETIK, SITUBONDO – Rumah Sakit Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo menggelar kegiatan koordinasi lintas sektor guna memperkuat sistem rujukan kesehatan sekaligus memberikan edukasi kepada ibu hamil melalui Program Gema Cantik Melesat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Kendit, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dr. Afiat Aji Wijaya, Sp.OG, para bidan RSAR Situbondo, bidan puskesmas dan pustu, serta ibu hamil dari wilayah setempat. Melalui kegiatan tersebut, RSAR Situbondo berupaya meningkatkan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Koordinasi lintas sektor tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara fasilitas kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan instansi terkait agar pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dapat berjalan optimal, mulai dari pemeriksaan kehamilan, proses persalinan, hingga penanganan rujukan apabila diperlukan.
Melalui Program Gema Cantik Melesat, RSAR Situbondo berupaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan, persalinan, perawatan bayi, serta pentingnya deteksi dini terhadap risiko kehamilan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Situbondo.
Baca Juga:
Wabup Situbondo Melayat Bidan RSUD Besuki Korban KDRT, Minta Pelaku Dihukum Setimpal“Kegiatan sosialisasi dan pemberian materi mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada ibu hamil ini dilaksanakan untuk mencegah stunting. Dan memastikan tumbuh kembang anak optimal sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun,” ujar dr. Afiat Aji Wijaya, Sp.OG.
Lebih lanjut, dr. Afiat Aji Wijaya, Sp.OG menjelaskan bahwa untuk mewujudkan persalinan yang aman dan nyaman, ibu hamil perlu mempersiapkan kondisi fisik dan mental sejak dini.
“Menjaga janin dan bayi tetap sehat selama 2 tahun pertama kehidupannya yang harus dilakukan ibu hamil mengonsumsi makanan Bergizi, memastikan asupan nutrisi dan gizi tercukupi serta rutin meminum vitamin ibu hamil,” terang dr. Afiat.
Menurut dr. Afiat, sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, pemeriksaan kehamilan minimal dilakukan satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga.
Baca Juga:
MBG untuk Bumil-Balita Belum Merata, Pacitan Minta BGN Tambah Dapur SPPG di Wilayah 3T“Ibu hamil harus mau mengikuti Senam Hamil yang dianjurkan dimulai sejak usia kandungan 5 atau 6 bulan. Jenis senamnya bisa berupa pilates atau Yoga Hamil yang berfungsi melatih otot-otot panggul agar kuat saat mengejan atau ketika mau melahirkan,” tutur dr. Afiat.
Selain itu, ia mengimbau ibu hamil untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas atau posyandu agar kesehatan ibu dan bayi dapat terus dipantau serta memperoleh imunisasi yang lengkap.
Harapannya, dengan adanya sosialisasi tersebut, para ibu hamil semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan kehamilan, memperhatikan asupan gizi, serta aktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan demi keselamatan ibu dan bayi.
“Respon Ibu-ibu hamil saat sosialisasi sangat antusias dan aktif bertanya. Kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti di sini, melainkan akan dilanjutkan oleh pihak Rumah Sakit Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo ke desa-desa lain,” pungkas dr. Afiat Aji Wijaya, Sp.OG yang bertugas di RSAR Situbondo.
Sementara itu, Afridatun Rofi'ah, seorang ibu hamil asal Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, menyampaikan apresiasinya kepada RSAR Situbondo atas pelaksanaan Program Gema Cantik Melesat yang dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Program ini memberikan dampak nyata, terutama dalam memberikan edukasi kehamilan, senam hamil, hingga membantu ibu-ibu di desa agar lebih siap dan tidak stres menghadapi persalinan,” ujar Afrida.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para bidan yang telah mendampingi dan melatih yoga hamil dengan penuh kesabaran. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi para ibu hamil untuk lebih siap menghadapi persalinan. Afrida berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah karena pengetahuan yang diberikan sangat membantu ibu hamil, khususnya yang tinggal di daerah pedesaan. (*)