KETIK, CILACAP – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Cilacap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor serta menggelar simulasi pengamanan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif di tengah potensi aksi massa yang diperkirakan akan melibatkan ribuan buruh.
Sebagai upaya awal, Pemkab bersama Polresta Cilacap menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) di Alun-alun Cilacap.
Simulasi tersebut difokuskan pada penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menghadapi potensi kerawanan selama rangkaian aksi di bulan Mei.
Selain itu, Pemkab juga menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk memetakan potensi pergerakan massa.
Baca Juga:
Dugaan Penipuan Kerja ke Jepang, LPK di Kawunganten Cilacap DipolisikanSalah satu agenda yang diantisipasi adalah konvoi sekitar 700 orang dari aliansi serikat pekerja dan organisasi purna pekerja migran.
Dalam forum tersebut, sejumlah tuntutan yang akan disuarakan di antaranya kenaikan upah, penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, serta dorongan regulasi ketenagakerjaan baru.
Sementara itu, kelompok purna pekerja migran juga akan menyuarakan perlindungan layanan, akses kesehatan, dan peningkatan kualitas pelayanan tenaga kerja.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dengan pendekatan preventif.
Baca Juga:
Mandi di Pantai Bleberan, Bocah 11 Tahun di Cilacap Tewas Tenggelam“Pemkab Cilacap tetap menghormati hal tersebut sebagai bagian dari demokrasi, namun harus tetap sehat. Kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan seiring tanggung jawab menjaga kamtibmas,” ujarnya saat rapat koordinasi, Jumat, 24 April 2026.
Ia menjelaskan, deteksi dini menjadi kunci dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, seperti aksi massa dalam jumlah besar, penyusupan pihak yang memicu kericuhan, hingga ancaman terhadap objek vital nasional.
Pemkab juga meminta aparat keamanan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan proporsional dalam mengawal aksi.
Hal ini penting agar rasa aman masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan hak kebebasan berpendapat.
Sebelumnya, aliansi buruh di Cilacap menyatakan akan mengerahkan sekitar 1.000 massa dalam peringatan May Day 2026.
Aksi tersebut direncanakan diisi dengan konvoi dan penyampaian aspirasi di pusat kota.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, Pemkab Cilacap optimistis peringatan May Day tahun ini dapat berlangsung tertib, aman, dan tetap mencerminkan keseimbangan antara demokrasi dan stabilitas daerah.(*)