KETIK, BANGKALAN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bangkalan mulai memanaskan mesin politik untuk menghadapi Pemilu 2029. Melalui kegiatan pendidikan politik bertajuk PPP Bangkalan sebagai Lokomotif Pergerakan Suara Akar Rumput, partai berlambang Ka'bah tersebut memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memantapkan strategi pemenangan hingga tingkat bawah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN Bangkalan, Sabtu (31/10/2026), menjadi bagian dari upaya PPP membangun soliditas kader dan memperluas basis dukungan masyarakat menjelang kontestasi politik mendatang.

Ketua DPC PPP Bangkalan, KH. Hasbullah Muhtarom, mengatakan penguatan struktur kepengurusan menjadi salah satu prioritas utama. Pihaknya menargetkan seluruh susunan organisasi dapat terbentuk secara lengkap hingga tingkat ranting.

Menurutnya, kelengkapan struktur bukan hanya untuk memenuhi persyaratan verifikasi partai politik, tetapi juga menjadi fondasi dalam menjalankan kerja-kerja politik dan elektoral.

"Kita optimistis bisa lolos verifikasi, karena sebelumnya PPP sudah dinyatakan memenuhi syarat untuk masuk Senayan. Kedua, kita akan semakin melengkapi susunan kepengurusan sampai tingkat paling bawah, yaitu ranting," ungkap Hasbullah.

Baca Juga:
Ketua TP PKK Banten Serahkan Mesin Jahit hingga Kompresor untuk Lulusan Panti Rehabilitasi di Lebak

Setelah pembenahan organisasi selesai, PPP Bangkalan akan memperluas gerakan politik melalui pendekatan struktural maupun nonstruktural. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan partai sekaligus menjangkau lebih banyak pemilih.

Tak tanggung-tanggung, Hasbullah memasang target 12 kursi legislatif pada Pemilu 2029. Target itu menjadi ambisi besar PPP Bangkalan untuk meningkatkan perolehan kursi sekaligus memperkuat posisi politik di parlemen daerah.

"Target kita 12 kursi. Karena kalau melihat perolehan sebelumnya, tentu kita ingin meningkatkan hasil dan menebus kekalahan yang pernah terjadi," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Jawa Timur, H. Nurhasan, menilai strategi pemenangan PPP di Bangkalan membutuhkan pendekatan khusus. Sebab, karakter sosial dan budaya masyarakat Madura memiliki kekhasan yang berbeda dengan daerah lain di Jawa Timur.

Baca Juga:
Polres Batu dan SPSI Perkuat Sinergi, Jaga Iklim Usaha Tetap Kondusif

Menurutnya, penguatan organisasi secara formal memang harus dilakukan sesuai AD/ART partai, mulai dari tingkat pusat hingga PAC dan ranting. Namun, kekuatan struktural saja tidak cukup untuk mendongkrak perolehan suara.

"Kalau hanya berbicara struktural, saya yakin tidak akan bisa mendulang suara banyak. Tidak akan maksimal. Justru yang nonstruktural ini juga jauh lebih hebat daripada yang struktural," ujar Nurhasan.

Ia menjelaskan, peran tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan politik di Bangkalan. Karena itu, PPP perlu mengoptimalkan kedua pendekatan tersebut secara bersamaan.

Nurhasan juga menyampaikan optimisme terhadap peluang peningkatan perolehan kursi PPP Bangkalan. Secara realistis, pihaknya menargetkan sedikitnya tujuh kursi legislatif pada Pemilu 2029.

"Target kita paling tidak tujuh. Karena kita mendapatkan wakil ketua, tentu kita akan menargetkan ketua yang akan datang," katanya.

Ia berharap pendidikan politik dan konsolidasi yang terus dilakukan dapat memperkuat soliditas kader serta menghidupkan kembali kekuatan PPP di tengah masyarakat.

"PPP hari ini sedang melakukan konsolidasi ke mana-mana untuk kerja-kerja elektoral. Prinsipnya, hari ini harus lebih baik dari kemarin dan besok harus lebih baik dari hari ini. Saya yakin soliditas PPP Bangkalan luar biasa. Insyaallah 2029 PPP akan kembali ke cahaya seperti kemarin," pungkasnya. (*)