KETIK, BREBES – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tingkat SD dan SMP Negeri di Kabupaten Brebes, Selasa, 9 Juni 2026, diwarnai kendala teknis berupa lambatnya akses situs pendaftaran akibat masalah server dan lonjakan pengguna.

Tingginya lalu lintas data (traffic) sejak pagi hingga pukul 12.00 WIB membuat situs resmi SPMB Brebes mengalami perlambatan.

Kondisi tersebut memicu keluhan dari sejumlah orang tua murid yang kesulitan mengakses layanan pendaftaran secara daring.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, infrastruktur digital yang digunakan saat ini juga masih menggunakan server bersama yang dimanfaatkan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Akibatnya, kapasitas server tidak mampu menampung lonjakan pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan pada hari pertama pendaftaran.

Baca Juga:
Pontang-panting demi Sekolah Anak, Wali Murid di Malang Kebingungan 'Dilempar' ke Sana-sini

Meski demikian, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes memastikan proses pendaftaran tetap berjalan dan tidak mengganggu substansi pelaksanaan SPMB yang mengedepankan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.

Menanggapi berbagai keluhan yang muncul, Dindikpora langsung menggelar rapat koordinasi darurat bersama Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes serta penyedia server di tingkat pusat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan jaringan sekaligus meningkatkan kapasitas server agar proses unggah berkas dan pendaftaran dapat berjalan lebih lancar pada hari-hari berikutnya.

Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Adhitya Perdana, mengimbau masyarakat agar tetap tenang karena masa pendaftaran masih berlangsung hingga Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga:
Badai Keluhan Hari Pertama SPMB Kota Malang, Ratusan Wali Murid Geruduk Disdikbud

"Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Masa pendaftaran masih berlangsung beberapa hari ke depan sehingga masih ada waktu untuk melakukan pendaftaran," ujar Adhitya, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia juga meminta orang tua murid untuk mencoba mengakses sistem secara berkala, terutama di luar jam-jam sibuk guna mengurangi beban akses pada server.

Sebagai bentuk antisipasi apabila gangguan teknis masih terjadi, Pemerintah Kabupaten Brebes membuka opsi bantuan langsung di sekolah tujuan.

"Orang tua murid yang mengalami kesulitan mendaftar secara mandiri diperbolehkan datang langsung ke sekolah tujuan dengan membawa berkas persyaratan fisik," jelasnya.

Menurut Adhitya, seluruh panitia SPMB di masing-masing sekolah telah diinstruksikan membantu proses input data calon peserta didik ke dalam sistem aplikasi.

Langkah tersebut dilakukan agar hak pendidikan anak-anak tetap terjamin dan tidak terganggu oleh kendala teknis yang terjadi pada sistem pendaftaran online.

Di lapangan, kendala server menyebabkan antrean panjang di sejumlah sekolah favorit.

Salah satunya terjadi di SMP Negeri 1 Brebes.

Aula dan koridor sekolah dipenuhi wali murid dan calon siswa yang menunggu proses verifikasi pendaftaran.

Hingga pukul 12.30 WIB, dari total 784 pendaftar yang masuk, baru 139 berkas yang berhasil diverifikasi oleh panitia.

Sisanya dijadwalkan untuk diproses pada hari berikutnya.

"Jam 5 pagi sudah ke sini, ternyata sudah banyak yang antre. Prosesnya lama, kata petugas server sedang lemot," ujar Sulistiowati, salah satu orang tua calon siswa.

Kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 3 Larangan.

Gangguan server yang terjadi sejak pagi membuat operator sekolah kesulitan mengakses sistem sehingga pelayanan kepada calon peserta didik baru tidak berjalan normal.(*)