KETIK, MALANG – Seorang calon penumpang bus yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Arab Saudi nyaris menjadi korban penipuan berkedok penjadwalan ulang (reschedule) tiket di Terminal Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Berkat aksi sigap petugas terminal, aksi kejahatan tersebut berhasil digagalkan.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati, menuturkan bahwa kejadian itu berawal saat korban membeli tiket bus melalui aplikasi perjalanan. Semula, ia hendak berangkat pada Rabu, 10 Juni 2026 dan telah menyelesaikan pembayaran tiket.
Namun sebelum jadwal keberangkatan tiba, korban mendadak memiliki agenda lain sehingga berencana mengubah jadwal perjalanan.
"Korban mencoba reschedule melalui aplikasi, tetapi tidak berhasil. Karena itu, yang bersangkutan datang langsung ke Terminal Arjosari untuk mencari solusi terkait perubahan jadwal keberangkatan," jelasnya, Minggu, 14 Juni 2026.
Sesampainya di terminal, korban mendapati petugas resmi Perusahaan Otobus (PO) yang dituju sedang cuti. Korban kemudian diarahkan untuk menghubungi nomor petugas resmi PO, tetapi tidak mendapatkan respons.
Baca Juga:
Dukung Perkembangan Anak Usia Dini, TPA Melati DWP UM Gelar Pentas Ceria 2026Dalam kondisi bingung, korban melihat nomor kontak lain yang tertera dan mengira nomor tersebut adalah kontak resmi pengelola bus. Selanjutnya, korban menghubungi nomor itu dan mendapat respons.
Dalam percakapan yang berlangsung, pelaku menjanjikan proses reschedule tiket dapat dilakukan dengan syarat korban mentransfer sejumlah uang. Korban mulai curiga terhadap permintaan tersebut, lalu langsung menghubungi kembali nomor resmi PO untuk menceritakan kronologi yang dialaminya.
Laporan tersebut diteruskan kepada petugas Terminal Arjosari untuk segera ditindaklanjuti. Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, ternyata nomor kontak yang dihubungi korban bukanlah kontak resmi PO.
"Korban bersyukur karena segera dihubungi petugas terminal dan diberikan penjelasan. Sehingga, tidak sampai melakukan transfer uang seperti yang diminta oleh pelaku," ungkapnya.
Baca Juga:
Rayakan HUT ke-11, Ascent Hotel & Cafe Malang Gelar Rise and Recharge Fun Run 2026Dari hasil penyelidikan, petugas menduga nomor telepon pelaku sengaja disisipkan oleh oknum tertentu di antara daftar tarif tiket bus yang berada di area loket. Atas kejadian tersebut, pihak Terminal Arjosari berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap loket pelayanan dan seluruh pihak yang bertugas di area terminal.
"Kami akan memperketat pengawasan terhadap loket-loket dan petugas agar lebih waspada. Agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat merasa aman saat menggunakan layanan transportasi umum," pungkasnya.(*)