KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat transformasi digital pemerintahan melalui kegiatan Coaching Clinic penyelenggaraan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (PEMDI) Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tersebut berlangsung di Creative Room Lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu program prioritas bupati dan wakil bupati.
Coaching clinic menghadirkan evaluator SPBE dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nanang Ruswianto, untuk memberikan pemahaman terkait transformasi SPBE menuju Pemerintah Digital (PEMDI).
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro sekaligus Koordinator SPBE, Edi Susanto, mengatakan nilai SPBE Kabupaten Bojonegoro terus mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga:
Peduli Pekerja Pabrik Rokok, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan BLT DBHCHT 2026Ia berharap capaian tersebut dapat terus meningkat melalui penguatan tata kelola digital di seluruh perangkat daerah.
“Transformasi digital terus dijalankan agar pelayanan publik makin terpercaya. Digitalisasi ini arahnya bagaimana pelayanan publik kita semakin prima dan terpercaya,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintahan digital bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan nasional yang harus diwujudkan melalui penguatan layanan digital, pengelolaan data, dan keamanan informasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan keamanan sistem di setiap perangkat daerah agar layanan publik digital tetap aman dan terpercaya.
Baca Juga:
Ketersediaan Terjaga, Kebutuhan Pupuk Subsidi Petani Bojonegoro TerpenuhiSelain itu, Edi Susanto meminta seluruh perangkat daerah menjadikan coaching clinic sebagai forum belajar untuk meningkatkan pemahaman, melengkapi data dukung evaluasi, serta memperkuat sinergi antar-OPD dalam menghadapi Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital Tahun 2026.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bojonegoro, Setiyo Budi Wibowo, menjelaskan kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas aparatur dalam menghadapi evaluasi pemerintah digital tahun 2026 sekaligus memastikan indikator kematangan digital terpenuhi sesuai standar nasional terbaru.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesepahaman antara tim koordinasi dan para pemangku kepentingan agar lebih proaktif melakukan evaluasi mandiri sebelum penilaian nasional dilaksanakan,” jelasnya.
Evaluator SPBE dari UGM, Nanang Ruswianto, menyampaikan indeks SPBE Kabupaten Bojonegoro tahun 2024 mencapai 4,14 dengan predikat sangat baik.
Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2023 yang berada pada skor 3,65.
Ia menjelaskan, hilirisasi SPBE menuju Pemerintah Digital (PEMDI) merupakan transformasi tata kelola pemerintahan menuju ekosistem digital yang terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada digitalisasi layanan, tetapi juga integrasi data, penguatan tata kelola, interoperabilitas sistem, serta keamanan siber agar pelayanan publik menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan mudah diakses masyarakat. (*)