KETIK, MALANG – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil melakukan baiat terhadap 38 dokter muslim. Para lulusan tak hanya didorong untuk mengabdi di Indonesia namun dapat menjajaki karier hingga ke luar negeri.

Dekan FK Unisma dr. Rahma Triliana, M.Kes., Ph.D menjelakan baiat ke-47 dokter muslim kali ini memiliki kelulusan 100 persen dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Capaian tersebut merupakan buah dari pembelajaran selama proses pendidikan, termasuk di rumah sakit pendidikan yang berafiliasi dengan FK Unisma.

"Jumlah Fakultas Kedokteran di Indonesia sekarang menjadi 192. Jadi kira-kira 6 tahun lagi lulusan FK dalam 1 tahun bisa mencapai 40.000, pasti menjadi tantangan karena jumlah dokter terus meningkat," ujarnya, Minggu, 18 Oktober 2026.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi lulusan FK Unisma untuk lebih kreatif dalam menjalankan profesinya. dr Rahma juga berpesan agar lulusan FK Unisma dapat menjalankan praktik hingga ke luar negeri dengan tetap berpegang pada sumpah dokter.

"Jadi saya berpandangan tidak hanya di sinilah nanti berkariernya. Saya berharap anak-anak tidak hanya praktik di Indonesia tapi juga praktik di luar negeri," lanjutnya.

Baca Juga:
Ganti Kesan Mistis Jadi Menyenangkan, Warek 4 UB Ungkap Transformasi Museum Anatomi FK

Ia menambahkan saat ini sertifikat kelulusan FK Unisma telah diakui untuk jalur international medical graduate di sejumlah negara. Mulai dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, beberapa negara Eropa, dan negara-negara Arab. 

Pengakuan tersebut membuka peluang lulusan FK Unisma dalam menjajaki karier di luar negeri. Namun terdapat sejumlah persyaratan yang tetap harus dipenuhi berdasarkan pada negara tujuan dan jenis pekerjaan yang diambil. 

"FK Unisma graduate sertifikatnya, jadi maksudnya sertifikat kelulusannya itu sudah diakui sebagai external medical graduate di beberapa negara. Memang kalau dia mau masuk sistem asuransi harus tes lagi. Tapi kalau misalnya jadi konsultan, itu bisa dengan mengandalkan ijazah dokter," ungkapnya.

Para lulusan masih harus menunggu penerbitan ijazah dan pembukaan program iternship sebelum melanjutkan praktik mandiri. Diperkirakan masa tunggu untuk mengikuti internship sekitar 4-6 bulan.

Baca Juga:
Museum Tubuh The Bagong dan FK UB Resmi Jalin Kerja Sama Edukasi Anatomi

"Setelah internship setahun, mereka kemudian akan mendapatkan sertifikat tanda registrasi atau STR, dan ini berlaku seumur hidup. Nanti kalau sudah, baru kemudian mereka mengurus izin praktik yang berlaku 5 tahun," jelasnya.

Lulusan FK Unisma di periode Mei 2026 telah memulai untuk mendaftar Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dengan perkiraan berlangsing di Desember 2026. Ia mengungkapkan panjangnya perjalanan untuk menjadi seorang dokter yang haru ditempuh oleh mahasiswa dengan masa pendidikan sekitar 6,5 hingga 7 tahun.

"Jadi memang proses kedokteran itu sekolahnya panjang ya, 6,5 sampai 7 tahun bahkan ada beberapa yang harus lebih karena ujian mengulang dan lainnya. Terus kemudian mereka harus mengikuti internship, baru bisa menjadi dokter yang mandiri," pungkasnya.(*)