KETIK, SURABAYA – Di balik sorak-sorai penonton dan gemilang prestasi para atlet, ada ancaman tak kasat mata yang selalu mengintai di lapangan: cedera olahraga. Dalam hitungan detik, karier seorang atlet bisa berubah drastis tanpa penanganan tepat.
Di sinilah kehadiran tim fisioterapi menjadi sangat krusial sebagai pahlawan pertolongan pertama di arena. Menjawab urgensi tersebut, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Sport Physio sebagai garda terdepan penanganan cedera.
Berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HIMATERA), Sport Physio UMM telah bertransformasi menjadi laboratorium terapan yang efektif. Peran mereka di lapangan bukan sekadar pelengkap, melainkan penentu keselamatan atlet.
Saat tensi pertandingan memuncak, tim ini dituntut memiliki ketajaman mata untuk mendeteksi gestur tubuh atlet yang mulai kelelahan atau mengalami trauma fisik ringan.
Mereka adalah orang pertama yang berlari ke tengah lapangan saat seorang pemain terjatuh, membawa tanggung jawab besar untuk memutuskan apakah sang atlet layak melanjutkan perjuangan atau harus segera dievakuasi demi mencegah kerusakan permanen.
Baca Juga:
UMM Siapkan Beasiswa Khusus Aktivis, Dinilai Sebagai Jalur PrestasiEksistensi Sport Physio UMM di berbagai ajang olahraga baik internal kampus maupun turnamen eksternal menunjukkan kematangan peran mereka.
Fokus utama komunitas ini meliputi penguatan keilmuan, aspek kemanusiaan, dan kegawatdaruratan. Mereka bertugas melakukan pendampingan intensif, memastikan kesiapan fisik atlet melalui teknik stretching dan taping sebelum bertanding, serta memberikan intervensi cepat saat insiden terjadi.
Ketua Komunitas, Muhamad Abdilah Ibdaul Hakiki, menekankan bahwa di balik aksi sigap di lapangan, terdapat persiapan yang sangat rigidd.
"Kami melakukan pembekalan materi dasar sport physiotherapy secara rutin sebelum terjun ke lapangan. Kesiapan alat medis, seperti perbaikan tandu hingga stok coolant spray dan perban, dipastikan dalam kondisi prima. Namun yang terpenting adalah kesiapan mental; kami melatih tim agar tetap tenang dan tidak panik di bawah tekanan atmosfer pertandingan yang provokatif," ujarnya pada 22 April lalu.
Baca Juga:
Ramadan di Portugal, Mahasiswa UMM Rasakan Suasana yang Lebih TenangPembina Sport Physio UMM, Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes., mengapresiasi komunitas ini sebagai wadah pembelajaran aplikatif. Pengalaman ini vital untuk membangun clinical reasoning atau nalar klinis mahasiswa sebelum memasuki dunia profesi.
Mahasiswa belajar mengelola coping stress saat harus mengambil keputusan medis di depan ribuan penonton.
Ke depan, diharapkan Sport Physio UMM terus melebarkan sayapnya sebagai rujukan utama layanan fisioterapi lapangan di Jawa Timur. Semoga komunitas ini tidak hanya mencetak tenaga medis yang ahli secara teknis, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam melindungi impian para atlet.
Dengan sinergi antara teori akademik dan praktik profesional, Sport Physio UMM diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang lebih aman dan berprestasi di Indonesia. (*)