Fenomena Langka! Amorphophallus titanum Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor Setelah 12 Tahun

Editor: Muhammad Faizin

8 Feb 2026 06:40

Headline

Thumbnail Fenomena Langka! Amorphophallus titanum Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor Setelah 12 Tahun
Bunga Bangkai Raksasa yang bersiap mekar di Kebun Raya Bogor pada 31 Januari 2026 lalu. (Foto: Andi Ahmad S/Suara.com)

KETIK, BOGOR – Fenomena langka kembali terjadi di Kebun Raya Bogor. Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) yang dinantikan masyarakat sejak sepekan terakhir akhirnya mekar sempurna dan menyedot perhatian para pengunjung serta pegiat botani. Peristiwa langka ini menjadi daya tarik utama karena siklus mekarnya yang jarang dan hanya berlangsung singkat.

Bunga legendaris tersebut memasuki fase awal menuju mekar pada Minggu, 25 Januari 2026, di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di tebingan Mata Air Kahuripan. Setelah melalui proses pertumbuhan intensif, bunga mulai menunjukkan keindahannya pada Kamis, 5 Februari 2026, sebelum akhirnya mekar sempurna pada malam hari.

Horticulture Senior Manager PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor, Yudhistira, menjelaskan bunga mencapai fase puncak pada pukul 00.24 WIB. “Tongkol bunga menjulang hingga 140 sentimeter dengan diameter mencapai 56 sentimeter. Seludang bunga terbuka sempurna, menandai klimaks dari peristiwa langka yang hanya berlangsung singkat,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BRIN, Sabtu, 8 Februari 2026. 

Menurutnya, mekarnya Amorphophallus titanum bukan sekadar fenomena botani, melainkan juga pengingat pentingnya konservasi tumbuhan langka. “Setiap mekarnya adalah pesan sunyi dari hutan hujan tentang keajaiban siklus alam,” tambahnya.

Baca Juga:
BRIN Pastikan Objek Terang di Langit Lampung Sampah Antariksa, Bukan Rudal Nyasar Perang Iran

Bunga bangkai raksasa yang mekar kali ini merupakan koleksi lama Kebun Raya Bogor. Tanaman tersebut ditanam sejak 11 September 1992 dengan bibit yang berasal dari Jambi, Sumatra. Keberhasilan mekarnya kembali menunjukkan peran penting kebun raya sebagai pusat konservasi flora Indonesia.

Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dian Latifah, mengungkapkan momen ini sangat ditunggu masyarakat karena bunga terakhir kali mekar pada 2020. Saat ini, koleksi nomor 382 menjadi pusat perhatian setelah melalui siklus hidup unik yang meliputi fase vegetatif, generatif, serta dorman atau masa istirahat.

Ia juga menjelaskan perbedaan bunga bangkai raksasa dengan tanaman lain yang kerap disamakan, seperti suweg (Amorphophallus paeoniifolius) dan Rafflesia. “Meski disebut bunga bangkai raksasa, bunga jantan dan betinanya sebenarnya berukuran kecil dan mengelompok di bagian bawah spadiks yang menjulang tinggi,” paparnya.

Proses penyerbukan tanaman ini di alam bergantung pada serangga penyerbuk yang dapat terbang jauh membawa serbuk sari dari bunga lain yang mekar bersamaan. Namun, di Kebun Raya Bogor, penyerbukan dilakukan secara manual atau hand pollination karena bunga jantan dan betina tidak matang pada waktu yang sama.

Baca Juga:
Fenomena Langka! Diprediksi Akan Ada Dua Ramadan dan Satu Idul Fitri di Indonesia pada Tahun 2030

Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, menegaskan bahwa setiap mekarnya Amorphophallus titanum memiliki makna besar bagi dunia botani dan konservasi. “Kebun Raya Bogor menjadi rumah konservasi bagi salah satu Amorphophallus terbesar di dunia. Mekarnya bunga ini menandakan keberhasilan fungsi konservasi flora Nusantara yang kami emban,” katanya.

Fenomena mekarnya bunga bangkai raksasa ini tak hanya menjadi momentum edukasi lingkungan, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan biodiversitas Indonesia. Banyak pengunjung terlihat mengabadikan momen langka tersebut sebagai dokumentasi sekaligus pengalaman berharga menyaksikan salah satu bunga terbesar di dunia. (*)

Baca Sebelumnya

Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam

Baca Selanjutnya

Lautan Manusia! 107 Ribu Jemaah Padati Stadion Gajayana dalam Puncak Harlah 1 Abad NU

Tags:

bunga bangkai Kebun Raya Bogor Amorphophallus titanum BRIN Fenomena Langka

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar