Fatayat Kabupaten Bandung Jadi Pilot Project Program 'PESIAR' BPJS Kesehatan

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

6 Agt 2025 20:57

Thumbnail Fatayat Kabupaten Bandung Jadi Pilot Project Program 'PESIAR' BPJS Kesehatan
Ketua Terpilih Fatayat NU Kab Bandung Susanti saat Closing Program Perempuan Kawal JKN, di Gedung SLRT Soreang, Rabu (6/8/25). (Foto: Iwa/Ketik)

KETIK, BANDUNG – BPJS Kesehatan Cabang Soreang terus melanjutkan kolaborasi bersama Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kabupaten Bandung, kali ini melalui Program Strategis PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi). 

Ketua Terpilih PC Fatayat Kabupaten Bandung Susanti menjelaskan, sebenarnya kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dalam Program Perempuan Kawal Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS), berakhir setealh empat tahun berjalan. Hal ini seiring berakhirnya sponsorship dari Pusat Analisis Sosial AKATIGA  dan The Global Partnership for Social Accountability (GPSA) dari Bank Dunia.

Menurut Susanti, Program Perempuan Kawal JKN KIS ini melibatkan para kader Fatayat, dengan lokus daerah tertentu. 

"Namun setelah empat tahun berjalan, seiring berakhirnya sponsorship dari Akatiga dan Bank Dunia, maka Program Perempuan Kawal JKN pun berakhir dan kita closing hari ini," ungkap Susanti seusai Closing Program Perempuan Kawal JKN, di Gedung SLRT Soreang, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga:
Layanan IGD JKN di Palembang, BPJS Kesehatan Tegaskan Akses Pasien Darurat Tak Boleh Terhambat

Kendati program tersebut berakhir (closing), tukas Susan, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan ingin dirasakan kebermanfaatannya di tengah masyarakat, maka Fatayat tetap melakukan pendampingan atau advokasi bagi pasien yang memerlukan. 

"Nah, melalui Program PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi) JKN ini, sebanyak 36 kader Fatayat Kabupaten Bandung bergabung sebagai Kader PESIAR-nya BPJS Kesehatan Cabang Soreang,” jelas Susanti.

Susan menyebut ke-36 kader Fatayat NU itu lokusnya tersebar di 16 Desa dari 9 Kecamatan se-Kabupaten Bandung. Mereka bertugas mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran membayar iuran BPJS Kesehatan saban bulan.

Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Soreang, Dikdik Sadikin mengakui, Program Pesiar ini merupakan tindak lanjut dari Program Perempuan Kawal JKN dengan Fatayat Kabupaten Bandung sebagai leading sector-nya.

Baca Juga:
Hampir 100 Persen Warga Kota Batu Tercover JKN, Pemkot Kini Fokus Keaktifan Peserta

"Jadi, dalam Program Pesiar ini Fatayat menjadi perpanjangan tangan dari BPJS Kesehatan Soreang sebagai perluasan dari Agen Pesiar," ungkap Dikdik.

Dikdik menyatakan, secara nasional, dari 8 wilayah kabupaten/kota Program Pesiar BPJS Kesehatan Soreang yang berkolaborasi dengan Fatayat ini dijadikan pilot project.

"Fatayat ini bergerak nantinya untuk membantu dalam rangka meningkatkan cakupan kepesertaan JKN dari BPJS Kesehatan di Kabupaten Bandung," jelas Dikdik. 

Mereka juga akan berperan melakukan sosialisasi edukasi dan merekrut masyarakat yang memang belum ter-cover dalam program JKN.

"Baik itu yang pendaftaran kepesertaan baru maupun mereka yang masih menunggak iuran BPJS," imbuh Dikdik.

Menurutnya, para kader Pesiar yang bekerja di lapangan ini dibekali dengan identitas meupun atribut sebagai Agen Pesiar BPJS Kesehatan. Sehingga nanti mereka akan dikenal oleh masyarakat sebagai kepanjangan tangan dari BPJS Kesehatan. 

Mereka juga mendapatkan pembekalan terlebih dahulu dari BPJS Kesehatan sampai akhirnya di awal Agustus ini mereka sudah bergerak untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

"Jadi, masyarakat tidak perlu datang ke kantor kalau mengurus BPJS. Cukup melalui Agen Pesiar, agar dapat dengan mudah dilayani terkait kepesertaan BPJS kesehatan," terang Dikdik.

Ditanya mengenai tunggakan iuran, Dikdik mengakui mayoritas penunggak adalah dari sektor  sendiri Memang yang paling banyak itu dari segmen Mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

"Agen Pesiar dari Fatayat ini juga nantinya mengedukasi masyarakat bahwa untuk tunggakan iuran itu peserta sebenarnya bisa mencicil. Karena ada program di BPJS Kesehatan itu, untuk program cicilan namanya  REHAB, Rencana Pembayaran Iuran Bertahap," jelas Dikdik. 

Melalui Program Cicilan Tunggakan REHAB ini, diharapkan peserta beritikad baik untuk bisa menyicil iuran yang tertunda, sebelum mereka sakit. 

Selain itu, bagi peserta yang memang kurang mampu untuk membayar iuran BPJS rutin bulanan dan tidak mampu melunasi tunggakan, pihaknya pun sudah menggandeng lembaga lain untuk menyalurkan Corporate Social Responsibilities (CSR) dalam rangka membantu warga yang tidak mampu melunasi tunggakan.

"Saat ini sudah berjalan dengan Baznas dan Rumah Sakit Muhammadiyah yang menyalurk CSR-nya untuk membantu peserta yang tidak mampu melunasi tunggakan," terang Dikdik.(*)
 

Baca Sebelumnya

Dari Halaman ke Harapan, PKK dan GOW Menyalakan Semangat Pangan Halsel

Baca Selanjutnya

Sikap Kemenag Terkait Adanya Oknum ASN yang Diduga Terlibat Terorisme di Aceh

Tags:

jkn Kis JKN Fatayat fatayat kab bandung pesiar bpjs kes BPJS Kesehatan bpjs kesehatan soreang

Berita lainnya oleh Iwa AS

Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

16 April 2026 00:23

Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

15 April 2026 20:50

Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

15 April 2026 15:39

Kasus Dirut PT BDS Jadi Tersangka, DPRD Kabupaten Bandung Soroti Lemahnya Pengawasan BUMD

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H