KETIK, SURABAYA – Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangan resminya mengatakan sebanyak 238 korban KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura berhasil dievakuasi, termasuk lima korban meninggal dunia.

"Kami telah mendapatkan data riil, bahwa jumlah korban yang berada dalam kapal yaitu 238 orang," tegas Kepala Basarnas RI yang berlangsung di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Data tersebut, katanya merupakan hasil dari operasi pencarian KMP Mutiara Sentosa II selama tiga hari, yaitu mulai Minggu, 2 Agustus 2026 hingga Selasa, 4 Agustus 2026.

"Setelah kami konfirmasi antara dari kesyahbandaraan dengan owner yang mengoperasikan Kapal Mutiara Sentosa II," lanjutnya.

Sementara itu, dalam keterangannya, KMP Mutiara Sentosa II terbakar berjarak 57 nautical mile dari Surabaya atau sekitar 105 kilometer.

Baca Juga:
238 Penumpang KMP Mutiara Sentosa II, Kepala Basarnas Alihkan Status Menjadi Operasi Rutin

"Kapal mengalami kebakaran yaitu pukul 06.00 WIB diperkirakan. Jadi selama dua jam para korban terapung di perairan yang kira-kira berjarak 57 nautical mile," tegasnya.

Lanjutnya, berdasarkan keterangan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada saat terjadinya kedaruratan upaya pemberitahuan yang dilakukan pihak kapal sudah berjalan dengan baik.

"Sehingga seluruh penumpang, termasuk awaknkapal bisa bergeser dari tempat yang tadinya berada tersebar dalam kapal, bisa menuju ke anjungan dan bisa diinstruksikan untuk memakai life vest atau life jacket secara keseluruhan," jelasnya.

Oleh karena itu, setelah korban yang merupakan penumpang KMP Mutiara Sentosa II dapat dilakukan evakuasi dengan optimal. Lantaran telah memakai life jacket.

Baca Juga:
Update KMP Mutiara Sentosa II, Kepala Basarnas: Posisi Kapal Penyelamat Menuju Surabaya

"Dari informasi yang kami dapat, bisa dipastikan bahwa seluruh korban telah memakai life jacket. Sehingga dari total 238 korban yang menceburkan diri ke laut, semuanya bisa kami evakuasi, walaupun dengan berat hati, dengan kesedihan ada lima korban yang harus kami evakuasi dalam kondisi meninggal dunia," tuturnya.

Kepala Basarnas juga menegaskan, jika para korban yang berjumlah lima orang itu meninggal dunia bukan karena terbakar. Sebagaimana yang ramai dibicarakan.

"Namun karena memang posisi dari anjungan terhadap air ini dalam kondisi normal kira-kira lebih dari tujuh meter. Namun beberapa dari penumpang bertahan sampai akhirnya kondisi kapal miring dan saat itulah diperkirakan korban-korban yang terakhir ini terjatuh dalam ketinggian kira-kira lebih dari 10 meter," jelasnya.

Kemudian untuk para korban selamat proses evakuasi berlangsung tidak mudah. Hal ini dikarenakan fasilitas keselamatan yang berbeda-beda, sesuai jenis kapal.

"Tidak semua kapal memiliki ramp door atau dengan ketinggian yang dekat dekat dengan korban. Ada juga yang harus memanjat tali dengan ketinggian yang cukup ekstrem. Sehingga dari situlah sebenarnya proses evakuasi yang dilaksanakan oleh teman-teman (penyelamat) di lapangan," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Wamenhub RI), Komjen Pol (Purn) Suntana menyampaikan duka mendalam terhadap para korban KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar.

"Kami sangat berduka cita atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kita. Alhamdulillah hari ini semua proses selesai," katanya.

Ia juga mengatakan, bahwa asuransi terhadap para korban KMP Mutiara Sentosa II sedang dilakukan. Asuransi ini diberikan kepada para korban untuk memenuhi hak-hak mereka.

"Asuransi untuk memberikan hak-hak kepada keluarga korban atau korban yang mengalami kecelakaan dalam kapal kebakaran ini," pungkasnya. (*)