Euforia Lebaran! Antara rasa Bahagia dan Tekanan Sosial

Jurnalis: Maulidya Hanin Najahah
Editor: Fisca Tanjung

18 Mar 2026 03:00

Thumbnail Euforia Lebaran! Antara rasa Bahagia dan Tekanan Sosial
Ilustrasi seseorang di tanya kapan menikah oleh kerabat saat momen Hari Raya. (Design: Mauidya Hanin Najahah/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan. Setelah sebulan penuh menjalani Ramadan, momen Lebaran hadir sebagai puncak kemenangan.

Ditandai dengan baju baru, hidangan khas, hingga berkumpul bersama keluarga besar. Namun di balik euforia tersebut, tidak sedikit orang yang diam-diam merasakan tekanan sosial.

Tradisi silaturahmi yang seharusnya menjadi ruang kehangatan, terkadang berubah menjadi ajang pertanyaan yang sensitif.

“Kapan nikah?”, “Kerja di mana sekarang?”, hingga “Gajinya berapa?” menjadi pertanyaan yang seolah wajib muncul di setiap pertemuan keluarga. Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar ringan, tetapi bagi yang belum mencapai ekspektasi sosial tertentu, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa terasa menekan.

Baca Juga:
PP AMPG Gelar Bakti Sosial di Nagan Raya, Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga

Selain itu, ada pula tekanan finansial yang tidak bisa diabaikan. Tunjangan Hari Raya (THR), kebutuhan mudik, hingga pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran sering kali membuat seseorang merasa harus tampil “cukup” di hadapan orang lain. Tidak jarang, standar kebahagiaan saat Lebaran diukur dari seberapa meriah perayaan yang bisa ditampilkan.

Fenomena ini sejalan dengan pandangan psikolog sosial, Erving Goffman, yang menyebut bahwa dalam kehidupan sosial, manusia cenderung “bermain peran” untuk membentuk kesan tertentu di hadapan orang lain. Dalam konteks Lebaran, banyak orang tanpa sadar berusaha menampilkan versi terbaik dari dirinya, meskipun kenyataannya tidak selalu demikian.

Realitas ini menunjukkan bahwa Lebaran tidak selalu menjadi momen yang sepenuhnya ringan bagi semua orang. Ada yang pulang dengan bahagia, tetapi ada pula yang pulang dengan beban ekspektasi. Oleh karena itu, penting untuk mulai membangun kesadaran bersama bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda.

Lebaran seharusnya menjadi ruang yang aman bukan untuk menghakimi, tetapi untuk saling menguatkan. Mengganti pertanyaan yang menekan dengan doa dan dukungan sederhana bisa menjadi langkah kecil yang berarti.

Baca Juga:
Kafe Lyco Sampang, Tempat Nongkrong Estetik yang Aktif Gelar Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Pada akhirnya, euforia Lebaran akan terasa lebih tulus ketika kebahagiaan tidak lagi diukur dari standar sosial, melainkan dari keikhlasan hati dalam menerima diri sendiri dan orang lain. Karena sejatinya, kemenangan di hari raya bukan tentang terlihat “berhasil”, tetapi tentang menjadi pribadi yang lebih lapang dan penuh empati. (*)

Baca Sebelumnya

Dakwah Inklusif Umar Faruq di Malang, Hadirkan Pesantren Terbuka bagi Semua

Baca Selanjutnya

DPRD Kota Malang Nilai PJT I Belum Siap Operasionalkan WTP Sungai Bango

Tags:

hariraya idufitri pertanyaa tekanan Sosial bahagia lebaran Culture ueforia

Berita lainnya oleh Maulidya Hanin Najahah

PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

13 April 2026 18:24

PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

Prakiraan Cuaca Hari Ini 13 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

13 April 2026 09:20

Prakiraan Cuaca Hari Ini 13 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

Muskerwil I PWNU Jatim di Tuban: Silaturahmi dan Qanun Asasi Ditekankan Kembali Menjelang Abad Kedua NU

12 April 2026 13:20

Muskerwil I PWNU Jatim di Tuban: Silaturahmi dan Qanun Asasi Ditekankan Kembali Menjelang Abad Kedua NU

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Minggu 12 April 2026: Jakarta dan Bengkulu Hujan Ringan

12 April 2026 09:20

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Minggu 12 April 2026: Jakarta dan Bengkulu Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sabtu 11 April 2026: Medan Cerah dan Bengkulu Hujan Ringan

11 April 2026 08:20

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sabtu 11 April 2026: Medan Cerah dan Bengkulu Hujan Ringan

13 Profesor Bersaing Rebut Kursi Rektor UINSA! 4 di Antaranya Perempuan

10 April 2026 16:17

13 Profesor Bersaing Rebut Kursi Rektor UINSA! 4 di Antaranya Perempuan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar