Embong Arab di Kota Malang, Pusat Budaya Arab yang Bertahan Sejak Abad ke-19

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Gumilang

10 Feb 2026 12:00

Thumbnail Embong Arab di Kota Malang, Pusat Budaya Arab yang Bertahan Sejak Abad ke-19
Embong Arab, pemukiman Arab yang berada di Jalan Syarif Al-Qodri, Kota Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Embong Arab, pemukiman dengan penduduk beretnis Arab yang terkenal di Kota Malang. Tak hanya tinggal, masyarakat Malang dengan keturunan Arab ini memberikan dampak signifikan pada perkembangan kebudayaan Arab di Kota Malang. 

Indonesia memiliki penduduk yang beragam etnisnya. Dengan sejarah panjang negara ini, terdapat beberapa daerah yang memiliki kawasan yang penduduknya beretnis Arab. 

Kawasan dengan etnis Arab ini dikenal dengan Kampung Arab. Berawal dari kaum Hadramaut, Yaman yang biasa melakukan imigrasi, salah satunya di Indonesia.

Hingga saat ini mereka tersebar dan menetap di berbagai penjuru Nusantara. Banyak dari mereka yang berprofesi sebagai juru dakwah, menikah dengan penduduk pribumi, menjadi pedagang sebagai bentuk pendekatan dengan kaum aristokrat. Sehingga, mereka mampu menduduki posisi penting di tengah masyarakat Indonesia.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Kota Malang menjadi salah satu daerah yang memiliki Kampung Arab, biasa di kenal dengan Embong Arab.

Embong Arab tak hanya sekadar sebuah wilayah pemukiman orang-orang keturunan Arab, tapi juga menjadi simbol identitas dan warisan budaya yang mendalam. 

Pemukiman Arab ini mulai berkembang sejak akhir abad ke-19 saat gelombang imigran dari Arab, terutama Hadramaut, Yaman mulai menginjakan kaki di Indonesia. Mereka datang salah satunya untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik serta menyebarkan ajaran agama Islam.

Hingga sampai Di Kota Malang dengan tanah yang subur, mereka akhirnya menetap dengan berdagang dan membangun komunitas yang kuat dalam mempertahankan tradisi serta budaya mereka.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tak hanya itu, Embong Arab juga melewati sejarah zaman kolonial Belanda di Kota Malang. Pada zaman kolonial Belanda, tercetus kebijakan pengelompokan tempat. Pemerintah Hindia Belanda memberikan lokasi khusus untuk kaum Arab yang berada di belakang Masjid Jami'.

Tepatnya di Jalan Syarif Al-Qodri, Klojen, Kota Malang yang hingga saat ini penduduk beretnis Arab melakukan kegiatan kesehariannya. Pada umumnya, mereka keturunan dari Yaman, lebih tepatnya daerah Tarim dan Hadramaut. Tak hanya itu, di Kota Malang mereka memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat.

Tak hanya itu, anak-anak dari mereka beberapa dikembalikan ke Tarim untuk mengemban ilmu agama Islam selama beberapa tahun hingga nantinya kembali ke Kota Malang dan mengajarkan ilmunya kepada masyarakat sekitar.

Kaum Arab ini kebanyakan hidup dengan berdagang sebagai tradisinya. Sehingga, tak heran jika di kawasan Embong Arab terlihat banyak ruko-ruko khas Arab, mulai dari parfum, oleh-oleh haji & umroh, kurma, obat herbal hingga makanan khas Arab pada Rumah Makan Cairo yang sangat terkenal.(*)

Baca Sebelumnya

Wujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak, Pemkot Kediri Bentuk KRPPA

Baca Selanjutnya

Reses di Blitar, Guntur Wahono Dorong Seni Tiban Naik Kelas Lewat Reorganisasi Paguyuban

Tags:

Embong Arab Malang Pemukiman Arab Kota Malang

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

BREAKING NEWS: Eks Dosen Pascasarjana UIN Malang Yai Mim Meninggal Dunia

13 April 2026 16:18

BREAKING NEWS: Eks Dosen Pascasarjana UIN Malang Yai Mim Meninggal Dunia

Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas Cemorokandang

13 April 2026 15:43

Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas Cemorokandang

Skyroom Cafe HOTEL THE 1O1 Malang OJ Luncurkan Paket "Work and Chill", Sensasi WFH di Rooftop Tertinggi Kota Malang

13 April 2026 07:00

Skyroom Cafe HOTEL THE 1O1 Malang OJ Luncurkan Paket "Work and Chill", Sensasi WFH di Rooftop Tertinggi Kota Malang

Area Barat Cafe Batu, Tempat Ngopi di Tengah Hutan dengan Suasana Healing yang Menenangkan

12 April 2026 16:45

Area Barat Cafe Batu, Tempat Ngopi di Tengah Hutan dengan Suasana Healing yang Menenangkan

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

12 April 2026 16:38

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

Haraku Ramen Hadir di Kota Malang, Sajikan Ramen Halal dengan Cita Rasa Jepang yang Medok di Lidah Lokal

12 April 2026 15:38

Haraku Ramen Hadir di Kota Malang, Sajikan Ramen Halal dengan Cita Rasa Jepang yang Medok di Lidah Lokal

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar