Emang Iya Pria Nggak Boleh Nangis? Yuk, Belajar Jadi Ayah Bersama Dr. Irfan Aulia

Jurnalis: Muhammad Fajar Hasan Ar-Ridlo
Editor: Rahmat Rifadin

26 Feb 2026 05:05

Thumbnail Emang Iya Pria Nggak Boleh Nangis? Yuk, Belajar Jadi Ayah Bersama Dr. Irfan Aulia
Dr. Irfan Aulia M. Psi (Foto: Tangkapan Layar Instagram @irfanaulias)

KETIK, SURABAYA – Apakah laki-laki khususnya ayah boleh menangis? Apakah boleh sekadar mengeluh? Apakah harus selalu terlihat kuat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut acapkali ditujukan kepada lelaki. Konstruksi sosial yang membuat mereka harus selalu terlihat kuat, tidak cengeng, dan anti mengeluh biasanya bersumber dari dari lingkungan, tontonan, atau bahkan bacaan yang membuat paham seperti itu menjamur di mindset kebanyakan lelaki.

Hal-hal tersebut justru berbahaya bagi lelaki itu sendiri, teman, anak, bahkan istrinya sendiri. Dr. Irfan Aulia M.Psi melalui kanal YouTube pribadinya menjelaskan, bahwa fenomena ini dinamakan toxic masculinty. Ini adalah kepribadian racun yang menyangkut sifat-sifat kelelakian.

Pria berusia 45 tahun itu memaparkan bahwa pengidap gangguan mental tersebut berakar dari rasa insecure yang disebabkan oleh paparan media sosial. Efeknya, lelaki mempunyai kecenderungan membanding-bandingkan dirinya sendiri. Karena merasa tidak aman, maka kompensasinya adalah menonjolkan kemaskulinan mereka.

Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Tetapi perasaan-perasaan di atas berpeluang besar membuat lelaki bisa menekan pasangannya sendiri, agresif terhadap anak,  kasar kepada temannya sendiri dan hal-hal buruk lainnya yang membuat orang lain tidak nyaman. Pengabaian atas rasa rentan itulah yang menyebabkan laki-laki berbuat demikian.

“Banyak orang beranggapan bahwa laki-laki enggak boleh menangis, laki-laki tidak boleh merasa khawatir, laki-laki tidak boleh merasa lemah, laki-laki tidak boleh merasa bodoh. Padahal dalam kenyataannya kita ngalamin semua. Kita pernah mengalami saat-saat bodoh. Kita pernah ngalamin saat-saat lemah, kita pernah ngalamin saat-saat kita merasa tidak berdaya. Dan ini normal dialami oleh semua,” ujar alumni Universitas Padjajaran itu.

Beliau juga menambahkan, pengidap toxic masculinity biasanya mudah marah dengan orang sekitar, khususnya anak. Dr. Irfan menjelaskan bahwa pemicu termudahnya adalah saat ayah pulang kerja, saat lelah.

“Kita mudah marah saat capek. Ditambah istri dan anak minta perhatian kita. Ketika kita tidak bisa memenuhi permintaan tersebut ada perasaan insecure, tidak aman. Lalu cara paling mudah ya marah,” ujar pria kelahiran Jakarta itu.

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Dalam konteks hubungan ayah dan anak, Irfan menjelaskan, pria harus mengakui bahwa dirinya memiliki kekurangan. Hal itu bisa dibahasakan lewat obrolan kecil, sembari berkata dalam hati bahwa diri ini sudah hebat menghadapi apapun-pekerjaan, anak, istri, dan hal lain.

Bagi Irfan, ayah yang hebat bukan berarti ayah yang bisa di beberapa bidang atau hal lain yang bersifat performa, tapi ayah hebat adalah ayah yang mau belajar. ”Jadi ayah yang mau dengerin celoteh-celoteh anak kita,” imbuhnya. (*)

Baca Sebelumnya

TKM Masih Rendah, Disperpusip Kota Batu Genjot Literasi Lewat Digitalisasi dan Renovasi

Baca Selanjutnya

Bupati Subandi Minta Perbaikan Jalan Rusak Sidoarjo Pakai Aspal Hotmix

Tags:

Toxic Masculinity ramadhan Ayah belajar jadi ayah surabaya Ramadhan 2026 kesehatan mental

Berita lainnya oleh Muhammad Fajar Hasan Ar-Ridlo

Mengenal Ollie Watkins dan Jonathan Rowe, Duo Bomber Inggris yang On Fire di Europa League

10 April 2026 19:01

Mengenal Ollie Watkins dan Jonathan Rowe, Duo Bomber Inggris yang On Fire di Europa League

'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

10 April 2026 08:00

'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

8 April 2026 19:30

Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

ParagonCorp Buka Rekrutmen April 2026 untuk Posisi Customer Business Development

8 April 2026 17:45

ParagonCorp Buka Rekrutmen April 2026 untuk Posisi Customer Business Development

Cerita Mahasiswa Surabaya yang Pilih Tak Pulang ke Samarinda saat Lebaran

17 Maret 2026 21:21

Cerita Mahasiswa Surabaya yang Pilih Tak Pulang ke Samarinda saat Lebaran

Genre Musik yang Orang Jarang Tahu! Ada Pop dan Rock yang Bikin Lebih “Melayang”

14 Maret 2026 07:00

Genre Musik yang Orang Jarang Tahu! Ada Pop dan Rock yang Bikin Lebih “Melayang”

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar