KETIK, SURABAYA – Industri percetakan di Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan positif di tengah kondisi ekonomi nasional dan global yang tidak menentu.

Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, seperti kebutuhan kemasan produk, label, digital printing hingga layanan pelaku e-commerce.

Pertumbuhan ekonomi dari industri percetakan itu juga didukung data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Yudi Ariyanto.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,96 persen. Angka ini, katanya lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan nasional yaitu berada di level 5,61 persen.

"Dimana industri di Jawa Timur ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu industri pengolahan, perdagangan dan pertanian," katanya dalam konferensi pers yang berlangsung di Grand City Mal, Surabaya, Jumat, 3 Juli 2026.

Baca Juga:
Hadiri Munas Perdiski, Kakanwil Kemenag Jatim Ajak Guru Agama Bentuk Karakter dan Pembawa Damai

Kendati demikian, ternyata dari data, industri percetakan juga memberikan sumbangan pemasukan untuk Jawa Timur sebanyak 5 persen dari 31,45 persen industri pengolahan.

"Semuanya itu mencakup kertas, barang dari kertas, serta reproduksi media," lanjutnya.

Dengan pertumbuhan ini dibantu dengan sejumlah pameran-pameran, seperti Surabaya Printing Expo 2026, ia berharap industri percetakan di Jawa Timur semakin berdampak.

Terlebih bagi para usaha kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga:
Kuasa Hukum PT Unicomindo Layangkan Surat Peringatan Ke Pemkot Surabaya Terkait Pembayaran Sengketa Sampah Rp104 M

Pada kesempatan yang sama, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim kembali menyelenggarakan SPE 2026 untuk ke 16 kalinya di Surabaya.

Ia mengatakan, pameran yang berlangsung mulai 8-11 Juli 2026 ini menargetkan 15 ribu pengunjung yang hadir.

Dalam pameran nanti, sejumlah teknologi percetakan terbaru bakal tersaji, seperti teknologi pencetakan 3D, UV printing dan web-based printing system.

"Surabaya Printing Expo 2026 kami harapkan menjadi momentum bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terbaru, menghadirkan solusi produksi yang lebih inovatif, sekaligus memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan," ungkapnya. (*)