Ekonom Ini Usul Likuidasi BUMN yang Bebani Negara: Anggaran Bisa Dialihkan ke Makan Gratis Prabowo

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

27 Jul 2024 03:04

Thumbnail Ekonom Ini Usul Likuidasi BUMN yang Bebani Negara: Anggaran Bisa Dialihkan ke Makan Gratis Prabowo
Ekonom dari Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara Edo Segara Gustanto yang juga akademisi UII Yogyakarta. ( Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Saat ini Presiden RI dan Wakil Presiden RI terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tengah mempersiapkan program unggulan mereka selama masa kampanye lalu yakni berupa makan bergizi gratis.

Nah, menanggapi realisasi program makan siang gratis tersebut, ekonom dar Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara, Edo Segara Gustanto mengusulkan agar Pemerintah RI mempertimbangkan melikuidasi beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kondisi keuangan tidak sehat.

Usulan ini bertujuan mengurangi beban anggaran dan meningkatkan efisiensi penggunaan dana negara. Edo mengatakan, banyak BUMN saat ini mengalami kesulitan finansial dan tidak memberi kontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.

Likuidasi terhadap BUMN yang tidak sehat, menurut Edo akan memungkinkan pemerintah mengalokasikan anggaran lebih efektif dan mengurangi risiko kerugian perekonomian negara.

Baca Juga:
Cerita Haaziq Bujang Syarif, Peraih Beasiswa Santri UII Yogyakarta

Ekonom yang kerab dipanggil ES Gustanto itu juga mengingatkan, BUMN yang tidak mampu beroperasi efisien dan terus menerus merugi merupakan beban berat bagi anggaran negara.

Untuk itu, dirinya berharap Pemerintah RI menindaklanjuti usulan ini. Dengan langkah-langkah konkret yang akan memastikan proses likuidasi dilakukan secara adil dan transparan, sambil mempertimbangkan dampak sosial bagi karyawan dan pihak terkait lainnya.

Lebih lanjut, ES Gustanto yang juga akademisi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini menjelaskan, melakukan likuidasi membuat pemerintah dapat mengurangi defisit anggaran dan mengalihkan sumber daya ke sektor-sektor yang lebih produktif.

Ia juga menyarankan agar Pemerintah RI, terutama Menteri BUMN yang baru nanti melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua BUMN untuk menentukan kinerja mereka dan potensi masa depan.

Baca Juga:
Nasim Khan Sepakat Wacana Kementerian BUMN Menjadi BP BUMN

Sedangkan BUMN yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan potensi pertumbuhan harus diprioritaskan untuk mendapatkan dukungan. Sementara BUMN yang tidak menunjukkan perbaikan harus dipertimbangkan untuk dilikuidasi.

 ES Gustanto juga berpendapat likuidasi BUMN memang terkendala dengan UU BUMN yang tidak begitu saja bisa dilakukan. Namun, soal tata kelola dan bidang usaha tidak bisa tambal sulam.

BUMN yang merugi tidak bisa terus-terusan membebani keuangan negara. UU BUMN juga harus menyesuaikan dengan amanat UUD 45, bahwa penguasaaan SDA, faktor produksi yang penting bagi Negara dan hajat hidup orang banyak harus dikuasai Negara.

"Bagi BUMN yang tidak sesuai dengan amanat UUD 45 bisa dikonversi menjadi badan usaha Koperasi,” sarannya lagi.

Usulan ini, tegas ES Gustanto tidak hanya bertujuan untuk efisiensi anggaran, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap alokasi dana negara memberikan manfaat maksimal bagi rakyat. Penghematan tersebut, bisa dialihkan ke program makan siang gratis.

"Dengan langkah-langkah strategis seperti likuidasi BUMN yang tidak sehat tersebut. Diharapkan perekonomian nasional dapat mengalami perbaikan yang signifikan," pungkas ES Gustanto mengakhiri keterangannya. (*)

Baca Sebelumnya

Polda Lampung Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Internasional Malaysia-Medan

Baca Selanjutnya

Profil Erintuah Damanik, Hakim Pemutus Bebas Ronald Tannur, Sepak Terjangnya Bikin Geleng-Geleng Kepala!

Tags:

Likuidasi BUMN Pemerintah RI Pemerintahan Prabowo-Gibran Kementerian BUMN Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Ekonom Edo Segara Gustanto ES Gustanto Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara UII makan gratis prabowo

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar