Efisiensi Anggaran Alasan Peniadaan Upacara Sumpah Pemuda Pemkab Sleman, Rapuh di Internal?

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Aziz Mahrizal

3 Nov 2025 17:08

Thumbnail Efisiensi Anggaran Alasan Peniadaan Upacara Sumpah Pemuda Pemkab Sleman, Rapuh di Internal?
Spanduk Hari Santri Kabupaten Sleman 2025, di Lapangan Pemkab Sleman untuk background upacara Hari Santri. Artinya saat itu tidak di gabung dengan upacara Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh pada 28 Oktober 2025 di Kabupaten Sleman diwarnai kontroversi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memutuskan meniadakan upacara bendera wajib. 

Keputusan ini menuai sorotan lantaran ironisnya dikaitkan dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, instansi yang selama ini dikenal gencar menyelenggarakan sosialisasi wawasan kebangsaan (wasbang).

Keputusan Pemkab Sleman meniadakan upacara di kompleks pemerintahan dikritik tajam oleh berbagai pihak. Mereka menilai langkah ini sebagai bentuk inkonsisten Pemkab Sleman dalam mengimplementasikan dan menyuarakan nilai-nilai persatuan serta wawasan kebangsaan.

Kepala Kesbangpol Sleman, Samsul Bakri, membenarkan peniadaan upacara tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil karena pertimbangan efisiensi dan keterbatasan alokasi anggaran.

Baca Juga:
Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

"Kegiatan upacara dalam satu tahun tidak semuanya diselenggarakan oleh Bakesbangpol. Ada beberapa kegiatan yg diselenggarakan oleh OPD lain, salah satunya Haornas oleh Dispora,” jelas Samsul pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Samsul menjelaskan, peniadaan upacara Sumpah Pemuda tahun ini disebabkan oleh efisiensi anggaran. Ia menyebut, alokasi dana untuk upacara tersebut terpakai untuk melaksanakan upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang tidak dianggarkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Mengingat tahun ini Dispora tidak menganggarkan untuk upacara Haornas sehingga upacara Haornas dilaksanakan dengan menggunakan alokasi Upacara Sumpah Pemuda. Bulan Oktober telah dilaksanakan upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Santri. Biasanya setiap tahun kami melaksanakan upacara peringatan Sumpah Pemuda,  tahun ini kebetulan ada efisiensi," lanjutnya.

Alasan efisiensi ini langsung menuai sorotan, mengingat adanya surat edaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait penyelenggaraan upacara bendera wajib dalam rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.

Baca Juga:
Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Abdul Hakim, seorang aktivis kebijakan publik di Yogyakarta, menyesalkan keputusan Pemkab Sleman. Menurutnya, alasan anggaran untuk kegiatan fundamental seperti upacara bendera tidak dapat diterima.

"Kesbangpol selama ini gencar sosialisasi wasbang ke sekolah, kampus, hingga masyarakat. Mereka bicara tentang cinta tanah air dan pengorbanan pahlawan. Tapi, ketika giliran menggelar simbol penghormatan paling mendasar yaitu upacara mereka beralasan anggaran. Ini menunjukkan kerapuhan dan ketidakseriusan internal," kata Abdul Hakim.

Kontradiksi ini semakin kuat mengingat pada awal tahun 2025, Pemkab Sleman telah menerbitkan Surat Edaran bagi seluruh ASN dan BUMD untuk melaksanakan upacara bendera sesuai jadwal yang ada. Termasuk Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai salah satu agendanya.

"Ada indikasi Pemkab Sleman dalam hal ini Kesbangpol hanya kuat narasi di luar. Namun abai terhadap teladan di internal. Bagaimana masyarakat mau menghayati nilai-nilai kebangsaan jika instansi yang bertugas mengurusinya justru mengesampingkan ritual wajib ini," tambah Abdul Hakim.

Meski demikian, kegiatan peringatan di tingkat bawah, dilaksanakan di semua Kapanewon. Serta beberapa instansi vertikal, misalnya Kejari, Polresta, Kodim, Kantah, Kemenag, Sekolah-sekolah yang ada di Sleman dan sebagainya dilaporkan tetap berjalan khidmat sesuai pedoman Kemenpora.

Hingga berita ini diturunkan, Bakesbangpol Sleman belum memberikan klarifikasi resmi mengenai kebijakan penggantian upacara dengan acara lainnya. Termasuk berapa anggaran yang dibutuhkan untuk sekali menggelar upacara bendera. (*)

Baca Sebelumnya

Kota Malang Susul Surabaya Jadi Kota Metropolitan, Masuk Prioritas Pembangunan Nasional

Baca Selanjutnya

Longsor di Depok Telan Korban Jiwa, Begini Kata Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek

Tags:

Sumpah Pemuda Pemkab Sleman Upacara Bendera Kesbangpol Hari Sumpah Pemuda Sleman

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori Unggulan

18 April 2026 19:27

Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori Unggulan

Lewat Kenduri dan Tirakatan, Cara Kalurahan Caturtunggal Sleman Rayakan HUT ke-78

18 April 2026 19:19

Lewat Kenduri dan Tirakatan, Cara Kalurahan Caturtunggal Sleman Rayakan HUT ke-78

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Wakil Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

18 April 2026 14:45

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Wakil Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Wagub: Momentum Cetak Generasi Qurani Berdaya Saing

18 April 2026 14:42

Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Wagub: Momentum Cetak Generasi Qurani Berdaya Saing

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

17 April 2026 18:59

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

Pelantikan DPN Peradi 2026-2031, Imam Hidayat Tekankan Sinergi Empat Pilar Penegakan Hukum

17 April 2026 18:43

Pelantikan DPN Peradi 2026-2031, Imam Hidayat Tekankan Sinergi Empat Pilar Penegakan Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend