KETIK, BANGKALAN – Rencana industrialisasi di Madura mendapat perhatian dari legislatif asal Madura. H. Imron Amin Anggota DPR RI Fraksi Gerindra menilai pembangunan industri perlu didukung bersama karena berpotensi membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, polemik yang muncul belakangan terkait sikap para ulama dan habaib terhadap industrialisasi perlu dilihat secara proporsional. Ia menilai, para tokoh agama bukan menolak investasi maupun pembangunan industri, melainkan mengingatkan agar proses industrialisasi tetap menjaga kultur dan karakter Madura sebagai daerah yang dikenal dengan kehidupan pesantren dan masyarakat santri.
“Kalau saya pelajari, sebenarnya bukan menolak. Lebih kepada pesan para alim dan ulama agar kultur dan budaya Madura tetap dijaga,” ujarnya, Kamis 20 Agustus 2026.
Ia menegaskan, cita-cita menghadirkan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya di Madura sebenarnya telah menjadi harapan masyarakat sejak lama. Karena itu, dirinya menyayangkan apabila muncul anggapan bahwa tokoh agama maupun elemen masyarakat tertentu berupaya menghambat investasi.
Ia juga menyebut klarifikasi dari perwakilan Badan Silaturahmi Ulama dan Tokoh Masyarakat (Basra) semakin memperjelas bahwa tidak ada penolakan terhadap industrialisasi, melainkan dukungan dengan catatan pembangunan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan karakter daerah.
Baca Juga:
Sambut HUT Ke-81 RI, Prajurit Yonif TP 444/Satria Setyonegoro Gelar Aksi Donor Darah di PMI WonosoboMenurutnya, stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah menjadi faktor penting dalam menarik investor.
Kegaduhan yang tidak perlu, dikhawatirkan dapat membuat calon investor berpikir ulang untuk menanamkan modalnya di Madura.
“Kalau masih ada sedikit kegaduhan, pasti investor akan berpikir untuk masuk ke Madura, terutama terkait keamanan. Saya mengharap seluruh masyarakat, ayo kita dukung bersama untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
Namun, dukungan terhadap industrialisasi, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Bangkalan itu, tidak berarti masyarakat Madura hanya menjadi penonton. Justru sejak awal pembangunan harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Baca Juga:
Kodim 0109/Singkil Bangun 2 Sumur Bor di Desa Pemuka, Jadi Solusi Krisis Air BersihIa mencontohkan pembangunan sektor perhotelan di Bangkalan. Menurutnya, pernah muncul anggapan dirinya menolak pembangunan tersebut. Padahal, yang diinginkan adalah bagaimana masyarakat lokal dipersiapkan agar dapat mengambil bagian dalam berbagai peluang pekerjaan yang muncul.
“Saya berharap SDM kita disiapkan. Misalnya pekerja di sektor perhotelan harus memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Bagaimana dengan SDM kita? Mari kita siapkan bersama,” jelasnya usai menghadiri kunjungan tim Wasev TNI AD untuk Madura di Pendopo Agung Bangkalan.
Ia berharap setiap investasi dan pembangunan industri yang masuk ke Madura dapat memberikan ruang seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menyaksikan pembangunan dari luar pagar, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan.
“Harapan besar saya, ketika industri atau pembangunan masuk, kita tidak hanya menjadi penonton. Kita harus bisa berkecimpung di dalamnya,” pungkasnya. (*)