Dugaan Fee Pokir Jombang Jadi Alarm Lama, Aktivis Santri Ingatkan Pola Korupsi Berulang

Jurnalis: Syaiful Arif
Editor: Muhammad Faizin

15 Feb 2026 08:20

Headline

Thumbnail Dugaan Fee Pokir Jombang Jadi Alarm Lama, Aktivis Santri Ingatkan Pola Korupsi Berulang
Aan Anshori, aktivis Jaringan Alumni Santri Jombang. (Foto: Istimewa/Dok pribadi)

KETIK, JOMBANG – Dugaan permintaan “fee” dalam penyaluran dana pokok pikiran (pokir) di lingkungan DPRD Jombang kembali membuka diskusi lama soal kerentanan tata kelola bantuan hibah politik di daerah. Isu ini dinilai bukan sekadar kasus personal, melainkan gejala sistemik yang berulang dari tahun ke tahun.

Kasus terbaru mencuat setelah muncul pengakuan adanya dugaan potongan hingga 30 persen dari dana pokir sekitar Rp 200 juta yang rencananya digunakan untuk perbaikan pondok pesantren kecil di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Bagi kalangan aktivis santri, pola seperti ini bukan cerita baru. Aan Anshori menilai praktik pemotongan dana bantuan baik hibah maupun pokir selalu muncul dalam momentum politik anggaran.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya soal nominal potongan, tetapi soal budaya transaksional dalam distribusi bantuan publik.

Baca Juga:
[FOTO] FRMJ Demo Pemkab dan DPRD Jombang: Masyarakat Disuruh Irit BBM, Pejabat Foya-Foya!

“Jika benar ada potongan, itu bukan sekadar pelanggaran etik, tapi berpotensi pidana. Ini harus dipastikan sejak awal agar tidak menyeret banyak pihak,” ujarnya, Minggu 15 Februari 2026.

 

Bayang-Bayang Kasus Pokir DPRD Jatim

Aan mengingatkan publik pada kasus korupsi pokir di lingkungan DPRD Jawa Timur periode 2019–2022 yang diproses oleh KPK dan berujung sidang di Pengadilan Tipikor Jawa Timur.

Baca Juga:
DPRD Jombang Cium Dugaan Kegagalan Proyek Pasar Ploso, Konsultan Perencana Merangkap sebagai Pengawas

Dalam perkara tersebut, puluhan pihak terseret proses hukum. Ia menilai kasus itu seharusnya menjadi referensi perbaikan sistem pengawasan bantuan politik di tingkat daerah.

Menurutnya, kegagalan belajar dari kasus lama justru membuka ruang pengulangan modus yang sama.

Selain menyorot dugaan keterlibatan oknum legislatif, Aan juga menegaskan risiko hukum bagi penerima bantuan jika mengetahui adanya potongan namun tetap menerima dana.

Ia mencontohkan kasus hukum yang pernah menjerat pengurus Pondok Pesantren Ibrohimi Manyar dalam perkara dana hibah.

Menurutnya, lembaga keagamaan harus ekstra hati-hati agar tidak ikut terseret masalah pidana.

Kasus ini salah satunya dialami penerima bantuan berinisial AZ, pengurus yayasan pesantren di wilayah Diwek. Ia mengaku awalnya mengajukan proposal Rp 250 juta, namun yang disetujui dalam pokir 2026 hanya Rp 200 juta.

Masalah muncul saat dana disebut masih akan dipotong hingga 30 persen, sehingga penerima hanya memperoleh sekitar Rp 140 juta.

Ia menyebut potongan dikaitkan dengan biaya pengurusan LPJ dan pajak. Dugaan pemotongan disebut dikoordinir operator penghubung program pokir.

Sementara itu, anggota DPRD Jombang dari Partai Persatuan Pembangunan, Junita Erma Zakiyah, membantah adanya praktik pemotongan tersebut.

Ia menegaskan bantuan pokir yang disalurkan melalui jalurnya tidak dikenai potongan dan bisa diverifikasi langsung ke desa penerima.

Ia juga mengaku masih menelusuri identitas operator yang disebut dalam dugaan tersebut karena dalam satu wilayah bisa terdapat beberapa penghubung program.

 

Isu Lama yang Terus Muncul

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan kasus terbaru, aktivis menilai isu pemotongan pokir akan terus muncul jika transparansi pengelolaan bantuan politik tidak diperkuat.

Pengawasan publik, keterbukaan data penerima, hingga pelibatan aparat penegak hukum sejak awal proses penganggaran dinilai menjadi kunci mencegah praktik serupa terulang.

Baca Sebelumnya

66 Ribu Warga Magelang Dicoret dari PBI-JKN, Banyak yang Bingung saat Hendak Berobat BPJS

Baca Selanjutnya

20 Tahun Eksistensi, The Aliante Hotel Malang Manjakan Tamu dengan Fasilitas Mewah dan Restoran Berlisensi Halal

Tags:

fee proyek fee pokir Pokir DPRD Jombang DPRD Jombang Korupsi Pokir Aan Anshori Link berita jombang Korupsi Jombang

Berita lainnya oleh Syaiful Arif

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

13 April 2026 13:31

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

10 April 2026 14:25

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

10 April 2026 10:53

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

9 April 2026 07:20

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

6 April 2026 14:21

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

5 April 2026 14:37

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar