Dugaan Ada ‘Backing’ di Balik Jembatan Akses MR DIY Cukir Jombang, Pengamat Minta Diusut Tuntas

Jurnalis: Syaiful Arif
Editor: Rahmat Rifadin

2 Apr 2026 09:40

Thumbnail Dugaan Ada ‘Backing’ di Balik Jembatan Akses MR DIY Cukir Jombang, Pengamat Minta Diusut Tuntas
Toko MR DIY Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Polemik pembangunan jembatan akses masuk toko ritel modern MR DIY di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terus menggelinding. Selain persoalan izin, kini muncul dugaan adanya oknum yang menjadi backing proyek tersebut.

Pengamat kebijakan publik Jombang, Sholikin Ruslie, menilai langkah tegas yang disampaikan anggota Komisi C DPRD Jombang sudah tepat. Namun, ia mengingatkan agar penanganan kasus ini tidak berhenti pada wacana penutupan atau pembongkaran semata.

“Ketegasan dewan sudah bagus, tinggal bagaimana mengawal implementasinya. Tapi penutupan jembatan itu tidak bisa serta-merta, harus diteliti dan diselidiki lebih dulu,” ujar Sholikin, Kamis, 2 April 2026.

Menurutnya, kecil kemungkinan pembangunan jembatan akses tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dari instansi terkait, seperti dinas teknis maupun lembaga pengelola sungai.

Baca Juga:
MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

“Rasanya hampir tidak mungkin berani membangun tanpa ada sepengetahuan pihak berwenang seperti dari dinas teknis Kabupaten Jombang atau BBWS. Saya yakin ada oknum yang bermain di situ,” tegasnya.

Ia menduga, keberanian pihak pengusaha membangun akses jembatan di atas sungai mengindikasikan adanya pihak yang ‘membackingi’. Dugaan ini, kata dia, justru menjadi poin penting yang harus diusut secara serius.

“Kalau hanya soal izin, itu bisa dilengkapi. Tapi yang lebih penting, apakah ada oknum dari instansi tertentu yang menjadi backing. Ini yang harus diselidiki,” imbuhnya.

Sholikin juga mengkritik pendekatan yang hanya berfokus pada penutupan tanpa mengurai akar persoalan. Ia meminta DPRD Jombang tidak sekadar mengeluarkan pernyataan, tetapi aktif memanggil semua pihak terkait.

Baca Juga:
[FOTO] FRMJ Demo Pemkab dan DPRD Jombang: Masyarakat Disuruh Irit BBM, Pejabat Foya-Foya!

“Jangan hanya berkoar-koar tutup. Panggil semua pihak, Satpol PP, PUPR, BBWS, dan pengusaha. Dudukkan bersama supaya jelas masalahnya di mana,” katanya.

Menurutnya, forum klarifikasi tersebut penting untuk mengungkap apakah benar terjadi pelanggaran murni administratif atau ada praktik lain di balik pembangunan tersebut.

“Untuk sementara bisa dikatakan melanggar karena belum ada izin. Tapi pertanyaannya, kenapa berani membangun kalau tidak ada yang membackingi?” ujarnya.

Ia menduga ada situasi saling menjaga antara pihak pengusaha dan oknum tertentu, sehingga persoalan tidak terbuka ke publik.

“Bisa jadi mereka saling jaga. Oknum tidak berani muncul, pengusaha juga tidak terbuka. Maka DPRD harus memanggil semua pihak agar terang benderang,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada statemen resmi dari pihak MR DIY terkait persoalan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik Jombang karena menyangkut dugaan pelanggaran tata ruang dan pemanfaatan sungai, sekaligus membuka kemungkinan adanya praktik tidak transparan dalam proses pembangunan. (*)

Baca Sebelumnya

Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Baca Selanjutnya

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

Tags:

mr diy Cukir jombang DPRD Jombang BBWS PUPR MR DiY Jombang

Berita lainnya oleh Syaiful Arif

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

13 April 2026 13:31

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

10 April 2026 14:25

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

10 April 2026 10:53

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

9 April 2026 07:20

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

6 April 2026 14:21

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

5 April 2026 14:37

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar