KETIK, ACEH SINGKIL – Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Socfindo Kebun Lae Butar berupa 10 ekor kambing yang diserahkan pada 29 Juni 2026, kini diduga digelapkan. Penyaluran bantuan ini pun disorot Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Aceh (Satgas PPA) Wilayah Subulussalam-Singkil.
Sekretaris Satgas PPA, Muhlis, menilai penyaluran bantuan CSR tersebut perlu dievaluasi menyeluruh. Pasalnya, informasi di lapangan menyebutkan kelompok penerima bantuan diduga fiktif.
“Kami meminta pihak perusahaan dan pemerintah desa melakukan audit internal terkait penyaluran 10 ekor kambing CSR ini. Jangan sampai niat baik perusahaan justru disalahgunakan dan tidak tepat sasaran,” ujar Muhlis, Minggu, 2 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi, bantuan tersebut diserahkan kepada pemuda Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah. Penyerahan diberitakan sejumlah media online pada 13 Juli 2026 di lokasi No.6 Jalan Iskandar Muda, Desa Lae Butar.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Lae Butar, Zulkarnain, mengaku diundang pihak perusahaan saat penyerahan.
Baca Juga:
Dikebut! Pembangunan Jembatan Aramco Ketapang Indah Aceh Singkil Masuki Tahap Pengecoran“Saya sempat berpesan jangan dijual kambing bantuan. Soal digelapkan saya tidak tau pasti. Setelah dapat info kami langsung cari sdra Dayat. Nanti konfirmasi ke Dayat gimana kebenarannya,” kata Zulkarnain.
Muhlis, Satgas PPA, menyoroti bahwa bantuan 10 ekor kambing itu diserahkan atas nama Kelompok Tani “Malum Ate”. Namun menurut informasi warga, kelompok tersebut diduga fiktif dan tidak pernah terbentuk secara sah melalui musyawarah masyarakat Desa Lae Butar.
“Ini yang harus diluruskan. CSR itu untuk masyarakat. Kalau kelompok penerimanya fiktif, lalu siapa yang bertanggung jawab? Satgas PPA mendorong Camat Gunung Meriah dan Dinas PMK untuk turun mengecek kebenaran kelompok ini,” tegas Muhlis.
Ia juga meminta PT. Socfindo Indonesia Kebun Lae Butar terbuka dalam menyalurkan CSR ke depan. Pendataan penerima harus melibatkan perangkat desa dan BPD agar tidak menimbulkan polemik.
Baca Juga:
Download Logo HUT Ke-81 RI 2026 Resmi, Berikut Link Lengkap dengan TemplateHingga berita ini diturunkan, pihak sdra Dayat, dan sdra Atno Syaputra, yang disebut menerima kambing tersebut belum dapat dikonfirmasi. Pihak PT. Socfindo juga belum memberikan keterangan resmi. (*)