KETIK, MALANG – Para pemilik kios yang menjadi korban kebakaran di Jalan Danau Ranau, RT 08 RW 08, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang menuntut ganti rugi dan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab peristiwa naas tersebut. Mereka menduga kebakaran disebabkan oleh kelalaian salah satu pemilik toko yakni Warung Lalapan Rizky.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat 24 Juli 2026 malam tersebut melahap sedikitnya 7 unit kios, termasuk sumber api berasal. Salah satu korban sekaligus pemilik usaha Lalapan dan Pempek Kiagus, Firman Wahyudi menjelaskan hingga kini para korban masih menunggu itikad baik dari pemilik Lalapan Rizky.
"Saya barusan ketemu hari ini dengan pemilik Lalapan Rizky karena ya memang beberapa kali ketemu tapi enggak ada iktikad baik untuk berbicara dengan kita. Harusnya kalau memang udah ada iktikad baik, sudah paham bahwa memang titik api di situ, minta maaf dengan kita, bisa berbicara," ujarnya saat ditemui di lokasi kebakaran, Minggu 26 Juli 2026.
Dari hasil pembicaraan singkat dengan pemilik kios, belum ditemukan titik temu sebagai jalan keluar dari persoalan tersebut. Di sisi lain, pemilik Lalapan Rizky juga merasa menjadi korban akibat peristiwa kebakaran tersebut.
Mayoritas pemilik kios telah membuat laporan kepolisian dan mengambil langkah hukum untuk meminta pertanggungjawaban. Mereka meminta pihak kepolisian mempertegas penyelidikan agar ditemukan bukti adanya unsur kelalaian dari peristiwa kebakaran tersebut.
Baca Juga:
Nekat Salip dari Kiri, Honda Brio Terpental lalu Dihantam Truk Fuso di Rampal Malang"Untuk meminta ganti rugi kita belum bisa karena masih ada penyelidikan lebih lanjut. Walaupun indikasinya memang sudah jelas, bukti-bukti menunjukkan bahwa memang kelalaian. Nanti setelah statement dari polisi datang, baru akan kita mempertegas gimana kelanjutannya untuk ganti rugi," katanya.
Kerugian akibat peristiwa kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Untuk kios Lalapan dan Pempek Kiagus dengan bangunan cukup luas, kerugian ditaksir melebihi Rp100 juta. Mengingat seluruh fasilitas ludes dilalap si jago merah, mulai dari freezer besar, showcase, kompor, dua unit magiccom, peralatan makan, serta etalase toko.
Begitu pula dengan Ela, pemilik Toko Pakaian Idola yang menaksir kerugian hingga Rp135 juta. Ia merasa kaget dan kecewa dengan peristiwa tersebut sebab telah melahap habis seluruh barang jualannya.
"Sebetulnya saya sangat kecewa karena bagaimanapun saya janda. Kerugian saya besar karna ada baju, aksesoris, sepatu, dan lainnya. Dua tahun lalu saya bangun ruko ini habis Rp40 juta, saya juga barusan kulakan, kerugian saya Rp125-135 juta," ujarnya.
Baca Juga:
Siap-Siap Ramai! Wisatawan Diprediksi Serbu Kota Malang di Triwulan Akhir 2026Meskipun rekan-rekan pemilik toko lainnya telah melayangkan laporan ke kepolisian, namun Ela sendiri masih merasa kebingungan dan shock. Ia meminta adanya jalan keluar dari persoalan tersebut dan menuntut ganti rugi.
"Jadi saya minta mohon gimana solusinya walaupun tidak menggantikan 100 persen, tapi kan kami pedagang kecil. Saya mohon bagaimana caranya supaya saya bisa jualan lagi," ucapnya.
Berdasarkan keterangan warga setempat, Hendy, kebakaran sempat membuat warga dan pembeli di sekitar lokasi panik dan menyelamatkan diri. Saat itu ia sedang membeli makan di salah satu kios dan melihat api yang muncul cukup cepat.
"Kemarin saya mau makan di sini, terus diberi tahu sama yang lain katanya ada kebakaran di sini tapi apinya masih kecil. Saya langsung cepat-cepat pergi. Saya kan kenal sama pemilik warung, pelanggan juga," katanya.
Adapun 7 kios yang terdampak kebakaran tersebut ialah, Toko Pakaian Idola milik Ela, Singkon Keju Yuli, Tambal Ban milik Eko, Lalapan dan Pempek Kiagus milik Firman Wahyudi, Ayam Potong, Bakso Abadi, serta Lalapan Rizky yang menjadi sumber api.(*)