KETIK, JAKARTA – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Hilmy Istiqomah dari Salimah dan Eka Adrianie dari Cahaya Ladara Nusantara (CLN) yang terpilih mengikuti Australia Awards Short Course – Women MSME Export Opportunities under IA-CEPA 2026.

Keduanya merupakan bagian dari enam perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memperoleh rekomendasi Kowani. Penetapan peserta dilakukan melalui proses seleksi Australia Awards.

Dewan Pimpinan Kowani, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Nanny Hadi Tjahjanto, S.H., mendukung kesempatan pengembangan kapasitas ini sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat usaha yang dipimpin perempuan, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses terhadap jejaring dan peluang pasar internasional.

"Kesempatan ini memperkuat kapasitas, memperluas jejaring, dan membuka peluang UMKM perempuan Indonesia menjangkau pasar internasional. Kowani mendukung penuh kesempatan pengembangan kapasitas ini," kata Nanny Hadi Tjahjanto dalam keterangannya, Jumat, 18 September 2026.

Hilmy Istiqomah merupakan pelaku usaha di bidang kerajinan kulit yang juga aktif dalam pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia memiliki pengalaman membawa produk dan perspektif UMKM perempuan Indonesia ke forum internasional, termasuk World Expo Osaka, Jepang.

Baca Juga:
Khawatir Kendali Negara Lepas dan Berpindah ke Asing, SP FKPPA Tolak Privatisasi Terselubung PT PDSI ke Elnusa Lewat Streamlining

Sementara itu, Eka Adrianie merupakan pendiri Dots Indonesia, merek fesyen yang mengembangkan produk berbasis tekstil tradisional Indonesia dengan pendekatan fesyen berkelanjutan. Eka juga aktif dalam pengembangan industri kreatif dan memiliki pengalaman memperkenalkan produknya ke pasar internasional.

Latar belakang keduanya memperlihatkan potensi perempuan Indonesia dalam mengembangkan usaha yang memadukan keterampilan, kreativitas, kekayaan budaya, dan semangat pemberdayaan.

Diketahui, rangkaian program mencakup Pre-Course Workshop di Jakarta pada 14–16 September 2026, program intensif di Australia pada Oktober 2026, serta Post-Course Workshop pada Maret 2027.

Program ini menjadi kesempatan bagi kedua peserta untuk memperdalam pengetahuan mengenai peluang ekspor dalam kerangka Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), sekaligus memperluas jejaring dan membangun kesiapan usaha untuk menjangkau pasar internasional.

Baca Juga:
Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal B50, E50 hingga Energi Matahari

Kowani memandang penguatan kapasitas sebagai bagian penting dari upaya mendorong UMKM perempuan naik kelas.

"Akses pasar perlu diiringi dengan pengetahuan, kesiapan usaha, kemampuan membangun kemitraan, serta komitmen menjaga keberlanjutan usaha," katanya.

Melalui koordinasi Bidang Ekonomi dan Bidang Hubungan Luar Negeri, lanjut Nanny, Kowani terus mendorong pemanfaatan jejaring nasional dan internasional untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan pelaku usaha.

Dalam upaya tersebut, Kowani berperan menghimpun potensi, menyebarluaskan peluang, mendorong partisipasi, serta menghubungkan perempuan pelaku UMKM dengan program pengembangan kapasitas dan mitra yang relevan.

"Dukungan ini diarahkan agar perempuan Indonesia tidak hanya mampu mengembangkan usaha di pasar domestik, tetapi juga memiliki pengetahuan, kesiapan, kepercayaan diri, dan jejaring untuk mengambil bagian dalam perdagangan internasional," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Kowani Nanny Hadi Tjahjanto berharap pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh Hilmy Istiqomah dan Eka Adrianie tidak berhenti pada pengembangan usaha masing-masing.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan kepada perempuan pelaku UMKM dalam jejaring Kowani, sehingga manfaat program menjangkau lebih banyak usaha dan mendorong tumbuhnya semangat belajar, berkolaborasi, serta saling menguatkan.

"Kowani menyampaikan selamat kepada Hilmy Istiqomah dan Eka Adrianie. Semoga kesempatan ini menjadi langkah bermakna untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas kemitraan, serta membawa produk, kreativitas, dan kekuatan perempuan Indonesia semakin jauh ke pasar dunia," pungkasnya. (*)