KETIK, PALEMBANG – Warga Rumah Susun (Rusun) Blok 35 Lantai 3, Jalan Radial, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia yang meninggal dunia di dalam kamarnya, Kamis, 23 Juli 2026.

Korban diketahui bernama Gusti Herawati (60). Jenazahnya ditemukan setelah warga mencurigai korban tidak terlihat beraktivitas selama kurang lebih dua hari. Kecurigaan semakin kuat ketika tercium aroma tidak sedap dari dalam rumah korban.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, personel kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Korban diketahui memiliki riwayat penyakit ayan. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga sempat mengeluhkan kondisinya kepada tetangga dan mengatakan dadanya sakit. Sudah sekitar dua hari korban tidak keluar rumah sehingga warga curiga setelah tercium bau tidak sedap," ujar Fauzi.

Fauzi menjelaskan, sebelum pintu rumah dibuka, warga bersama Ketua RT, Ketua RW, dan para tetangga terlebih dahulu berupaya memanggil korban dengan mengetuk pintu berkali-kali. Namun, karena tidak ada jawaban, mereka akhirnya memutuskan membuka paksa pintu rumah.

Baca Juga:
Polisi Ringkus Penikam Pria di Way Hitam Palembang, Motif karena Utang Narkoba Rp65 Ribu

"Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengkurap di dalam kamar," katanya.

Usai penemuan tersebut, petugas dari Polsek Ilir Barat I bersama Unit Identifikasi Polrestabes Palembang melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi.

Tim identifikasi dari Polrestabes Palembang saat melakukan identifikasi Perempuan Lansia yang ditemukan Meninggal di Rusun Radial, Kota Palembang,Kamis 23 Juli 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

Baca Juga:
Pasutri Muda Kompak Bobol Bengkel dan Curi Tiga Motor di Palembang, Raup Jutaan Rupiah

"Proses penanganan berjalan aman dan lancar. Keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak bersedia dilakukan autopsi," tutup Fauzi.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah keluarga membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.