KETIK, JAKARTA – Drifter sekaligus pembalap Indonesia, Ziko Harnadi, meluapkan kegusarannya melalui media sosial Instagram. Pemilik akun @zikoi tersebut menyoroti dugaan penyalahgunaan almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam sebuah acara yang melibatkan sejumlah orang yang disebut berpura-pura menjadi mahasiswa.

Dalam unggahannya, Ziko mengaku memiliki kedekatan dengan UBSI. Dia menyebut dirinya merupakan dosen di kampus tersebut, sementara ayahnya adalah pembina Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI).

Kedekatan itu membuat Ziko merasa keberatan ketika melihat almamater UBSI digunakan dalam konteks yang menurutnya tidak semestinya.

"Sebagai konteks, saya adalah dosen UBSI & ayah saya merupakan pembina yayasan BSI dan melihat almamater disalah gunakan seperti ini, jujur bagi saya ini udah termasuk ke pencemaran nama baik UBSI," tulis Ziko.

Meski demikian, Ziko menegaskan tidak menyalahkan perempuan bernama Sari yang terlihat mengenakan almamater tersebut. Dia justru mempertanyakan pihak yang diduga membayar sekelompok orang untuk berpura-pura menjadi mahasiswa.

Baca Juga:
UBSI Tegaskan Tak Kirim Delegasi ke Deklarasi Sumpah Pemuda 2026 di Bundaran HI

Menurutnya, pihak yang berada di balik kegiatan tersebut seharusnya ikut bertanggung jawab atas penggunaan atribut institusi pendidikan tersebut.

"Dalam hal ini saya tidak menyalahkan Mba Sari (wanita yang memakai almamater palsu BSI), tetapi saya ingin meminta pertanggungjawaban dari pihak yang MEMBAYAR sekelompok orang untuk pura-pura menjadi mahasiswa, betapa ironinya hal tersebut," lanjutnya.

Kritik Ziko juga ditujukan kepada pihak-pihak yang menurutnya turut memiliki tanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia secara khusus menyebut Raffi Ahmad dan Willie Salim dalam unggahannya.

Ziko menyayangkan jika kepentingan finansial justru lebih diutamakan dibandingkan pertimbangan moral dalam sebuah kegiatan yang membawa nama dan identitas institusi pendidikan.

Baca Juga:
Peringati Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan

"Oh satu lagi, shame on you @raffinagita1717 & @willie27_, duit mulu yang dipikirin, kali-kali pake hati nurani kalian!" tulisnya.

Acara deklarasi ini sendiri mengundang sejumlah kontroversi, termasuk adanya dugaan sejumlah peserta bayaran. Selain sari, peserta lain yang juga memantik kecurigaan adalah Dino, sosok yang mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara. Belakangan, pria yang diketahui bernama asli Bayu Setiadi ini mengaku bukan mahasiswa dan datang ke acara tersebut atas undangan sebuah komunitas.