KETIK, SURABAYA – DPRD Surabaya harap Pemkot serius menangani minimnya alat tes narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya. Diharapkan pihak pemerintah mendorong agar suplai alat tes maksimal.
Anggota DPRD Surabaya Azhar Kahfi mengungkapkan dirinya khawatir mengenai minimnya alat tes narkotika di BNNK.
"Kami akan segera meninjau kondisi objekif di BNNK untuk memastikan apakah masalah ini memang terjadi," kata Kahfi, dikutip pada Sabtu, 14 September 2024.
Kahfi tegas menyebut keterbatasan alat tes dapat mengganggu efektivitas upaya BNNK dalam mendeteksi kasus narkoba di Kota Pahlawan.
Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi"Kekurangan alat tes ini tentu berdampak pada kinerja BNNK dalam melakukan tugasnya," jelasnya.
Diketahui pada Agustus 2024, BNNK Surabaya hanya memiliki sejumlah 610 unit alat tes narkotika, sedangkan kebutuhan masyarakat tinggi.
Saat ini masyarakat juga sangat membutuhkan unit alat tes narkotika untuk penerimaan CPNS 2024 maupun memenuhi pesyaratan sebagai mahasiswa baru.
"Jika benar terjadi kekurangan alat tes yang signifikan, maka ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. BNNK memiliki peran penting dalam deteksi dini dan pencegahan penanggulangan narkotika di Surabaya," ujar Politisi Gerindra ini.
Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa TimurKahfi menekankan jika terbukti kekurangan alat tes adalah masalah penting dan darurat, maka dirinya mendesak Pemkot Surabaya melakukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut.
"Kami akan mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian serius pada masalah ini. Ini bukan hanya tentang kinerja lembaga, tetapi juga tentang masa depan generasi bangsa yang harus terlindungi dari penyalahgunaan narkoba," pungkas Kahfi. (*)