DPRD Surabaya Buka Kanal Laporan Warga untuk Tangani Pasien Tertolak Rumah Sakit

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

11 Mei 2025 17:25

Thumbnail DPRD Surabaya Buka Kanal Laporan Warga untuk Tangani Pasien Tertolak Rumah Sakit
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Michael Leksodimulyo. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – DPRD Kota Surabaya menyoroti kasus penolakan warga yang hendak berobat menggunakan BPJS Kesehatan di salah satu rumah sakit di Kota Pahlawan.

Laporan tersebut mencuat setelah adanya keluhan dari warga yang merasa tidak dilayani dengan baik saat membutuhkan penanganan medis.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Dr Michael Leksodimulyo mengatakan bahwa penolakan pasien dalam kondisi darurat adalah pelanggaran serius terhadap hak warga.

“Tidak boleh ada warga Surabaya yang ditolak rumah sakit, baik negeri maupun swasta, hanya karena belum bekerja sama dengan BPJS,” tegas Michael saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya.

Maka dari itu, Michael membuka posko laporan adanya warga di Surabaya yang tak bisa berobat karena ditolak oleh RS yang tidak bekerja sama dengan BPJS.

“Silakan lapor ke Komisi D atau hubungi kami di 08510 67890. Kami akan tindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari BPJS Kesehatan, seluruh rumah sakit, termasuk yang belum bermitra, tetap berkewajiban melayani pasien dalam kondisi darurat.

“BPJS sudah jelas menyatakan, kasus emergensi itu harus ditangani dan biayanya akan ditanggung. Jadi tidak ada alasan menolak,” kataa

Michael juga menyoroti buruknya layanan puskesmas 24 jam yang menurutnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ia mengaku telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah puskesmas dan menemukan tidak satu pun yang benar-benar siaga 24 jam seperti dijanjikan.

“Kalau masyarakat tidak antusias ke puskesmas, bukan salah mereka, tapi karena promotif dan preventif dari puskesmas tidak berjalan,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti kematian tragis seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surabaya yang ditolak oleh rumah sakit swasta saat menderita demam berdarah.

Michael meminta kasus ini dijadikan tonggak perjuangan agar tak ada lagi korban akibat lemahnya sistem layanan kesehatan.

“Kita tidak boleh diam. Ini harus jadi momentum perubahan. Jangan biarkan kasus ini dikubur begitu saja,” tegasnya.

Terkait sulitnya rumah sakit swasta bekerja sama dengan BPJS, Michael menyebut bahwa persyaratan administrasi yang rumit dan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) menjadi hambatan utama.

Ia khawatir banyak rumah sakit justru mundur dari kerja sama karena tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan.

“Kalau KRIS diterapkan tanpa kompromi, banyak rumah sakit bisa lepas dari BPJS. Itu bahaya untuk masyarakat,” kata Politisi PSI ini.

Ia mengajak BPJS dan Kementerian Kesehatan untuk lebih fleksibel dan memahami kondisi nyata di lapangan, termasuk keterbatasan fasilitas dan tenaga medis di rumah sakit swasta maupun daerah.

“Kalau RS swasta punya ICU dan bisa selamatkan nyawa, kenapa tidak bisa kerja sama? Sudah saatnya BPJS dan Kemenkes satu visi untuk keselamatan rakyat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi
Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur
Baca Sebelumnya

Gereja Kapal Pacitan Tarik Ribuan Jemaat, Romo: Potensi Wisata Belum Digarap

Baca Selanjutnya

SBI Edukasi Tukang Bangunan Tentang Semen Ramah Lingkungan di Pabrik Tuban

Tags:

DPRD Surabaya Michael Leksodimulyo pasien pasien BPJS pasien ditolak rumah sakit bpjs surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar