DPRD Surabaya Ajak Dispendik untuk Evaluasi PPDB Tahun 2024

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

4 Agt 2023 11:11

Thumbnail DPRD Surabaya Ajak Dispendik untuk Evaluasi PPDB Tahun 2024
Rapat pertemuan antara Komisis D DPRD Surabaya dan Dispendik Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – DPRD Surabaya mengajak Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk melakukan evaluasi terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun 2024 mendatang. 

Evaluasi tersebut karena adanya kasus pengurangan Rombongan Belajar (Rombel) PPDB SMP. Hal tersebut menyebabkan siswa SD yang berkesempatan masuk SMP Negeri berkurang.  

Anggota Komisi D Hari Santoso mengungkapkan, kasus pengurangan Rombel tersebut untuk menyamaratakan jumlah siswa yang diterima di negeri dan swasta, konsekuensinya Pemkot Surabaya harusnya menggratiskan biaya sekolah bagi siswa yang tidak tertampung di negeri, dan terpaksa masuk swasta 

"Yang pertama saya kecewa karena PPDB tahun ini SMP Negeri rata-rata mengurangi rombel biasanya 10 kelas sekarang cuma 9 atau 8 kelas. Padahal kelulusan SD tidak lebih kecil dari tahun kemarin," ujar Hari. 

Baca Juga:
DPRD Surabaya Sarankan Tutup Titik Parkir Tak Berlakukan Sistem Digitalisasi

“Alasan pengurangan rombel tidak dijelaskan signifikan (oleh dispendik). Tapi, ini diprediksi khawatir swasta tidak dapat siswa,” tambahnya. 

Menurut Hari, pengurangan Rombel itu membuat siswa khususnya dari masyarakat berpenghasilan rendah tidak dapat diterima di SMP Negeri. 

"Kalau lari ke prestasi tetapi hanya segitu akhirnya semua zonasi ini pertarungan ketat," jelasnya. 

Hari merinci sampai saat ini masih ada 4.628 siswa SD yang belum mendaftar ke SMP. Sementara jumlah lulusan yang ada adalah 38.815 siswa SD.  

Baca Juga:
DPRD Surabaya Usulkan Peremajaan Armada Sampah Ramah Lingkungan

Hari pun berharap, 4.628 siswa itu pun dicari tahu ke mana perginya. Apakah masuk ke pondok pesantren atau ke lembaga lainnya.  

“Lulusan tahun ini 38.815 tahun ini, hampir sama dengan tahun kemarin,” rincinya 

Khusnul Khotimah Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya menambahkan, untuk mengatasi kekurangan sekolah negeri di beberapa kelurahan, harus dirapatkan dengan pemerintah provinsi. 

“Untuk evaluasi PPDB pemkot dan pemprov harus duduk bareng. Kendalanya harusnya memang berbanding lurus dengan pemerataan jumlah sekolah. Surabaya itu tidak menambah sekolah baru sepanjang SMA tidak ditambah ya ada ketimpangan,” paparnya. 

Menanggapi polemik tersebut, Yusuf Masruh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengaku akan mengkaji semua usulan dan masukan dari kalangan akademisi juga dewan. 

Yusuf menuturkan, dirinya tak mengurangi jumlah rombongan belajar SMP.  Ia juga menyebut lulusan SD setiap tahunnya tidak sama.  

"Enggak (tidak ada pengurangan rombel), kan rombel lulusan tahun ke tahun kan enggak sama. Yang lulus ini indikator untuk penerimaan tahun ajaran baru," ujarnya.  

Menurut Yusuf berkurangnya jumlah Rombel karena ada sekolah yang mengubah kelas menjadi laboratorium. Sebab, dalam kurikulum Merdeka belajar ada banyak project.

Mengenai 4 ribu siswa lulusan SD yang belum mendaftar sekolah akan dilakukan analisa apakah masuk  ke pondok pesantren atau ke luar.  

"Nah itu kita analisa, nanti dia ke mana. Bisa jadi mondok, bisa jadi luar kota, itu dievaluasi," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung, Yuk Intip Manfaat Teh untuk Kesehatan

Baca Selanjutnya

Omzet Pedagang Bendera Musiman di Kota Batu Menurun

Tags:

DPRD Surabaya Dispendik Surabaya PPDB pengurangam Rombel

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar