DPRD Soroti Lahan dan Dampak Ekonomi, Proyek JLS Bojonegoro Diminta Lebih Komprehensif

Jurnalis: Sukiman
Editor: Muhammad Faizin

19 Feb 2026 08:40

Thumbnail DPRD Soroti Lahan dan Dampak Ekonomi, Proyek JLS Bojonegoro Diminta Lebih Komprehensif
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar (dua dari kiri) saat memperhatikan presentasi soal JLS, bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan jajarannya serta ahli dari UGM. (Foto: Diskominfo Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Bojonegoro terus bergulir sebagai solusi strategis untuk mengurai kemacetan kota. Namun, DPRD Bojonegoro mengingatkan agar proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial, perlindungan lahan produktif, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar menyatakan dukungannya terhadap pembangunan JLS karena tingkat kemacetan dan tekanan sosial di kawasan perkotaan semakin meningkat. Meski demikian, ia menekankan pentingnya perencanaan matang agar proyek infrastruktur ini tidak memunculkan persoalan baru.

Salah satu perhatian utama DPRD ialah efektivitas penggunaan lahan. Mengingat adanya arahan perlindungan lahan produktif, DPRD meminta proses pembebasan tanah dilakukan secara selektif dan berbasis kajian mendalam agar tidak mengganggu sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi warga.

Selain itu, DPRD menyoroti dampak ekonomi lokal. "Pembangunan JLS harus membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar jalur, bukan justru menggerus usaha warga yang telah berjalan selama ini," tutur Abdullah. 

Baca Juga:
DPRD Bojonegoro Gelar Paripurna, Bupati Sampaikan Nota Penjelasan Sejumlah Raperda Strategis

"Kita juga meminta Pemkab menghitung secara presisi titik keluar dan masuk jalur lingkar. Penentuan simpul akses harus berbasis kajian lalu lintas agar tidak menciptakan titik kemacetan baru di kemudian hari," sambungnya. 

Di sisi lain, proyek JLS memang dirancang untuk menjawab persoalan kemacetan kronis, terutama di Bundaran Jetak dan simpang Proliman Kapas yang kerap dipadati kendaraan berat. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memposisikan JLS di sisi selatan rel kereta api dan mengintegrasikannya dengan flyover guna mengurangi beban lalu lintas di pusat kota.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebelumnya menegaskan bahwa proyek ini harus mengedepankan efisiensi sekaligus fungsi jangka panjang.

"Kita dorong konsep yang efisien dan minimalis namun tetap visioner. Salah satunya dengan mempertimbangkan struktur atau layout jalur yang lebih detail serta untuk efisiensi lahan dan struktur," tegasnya.

Baca Juga:
Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro Terintegrasi Flyover, Disiapkan untuk Urai Kemacetan Kota

Pernyataan tersebut sejalan dengan dorongan DPRD agar tata letak jalur dirancang secara cermat sehingga meminimalkan penggunaan lahan produktif.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro, Chusaifi Ifan, juga menegaskan bahwa seluruh tahapan proyek akan dilengkapi dokumen teknis dan kajian dampak secara paralel agar tidak mengabaikan aspek sosial maupun lingkungan.

"Tahun 2026 kita lanjutkan dengan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) untuk JLS terintegrasi flyover dan jembatan. Selain itu, dokumen pengadaan tanah, penyusunan AMDAL dan ANDALALIN juga akan dilaksanakan secara paralel," ujarnya.

Ifan menambahkan bahwa kajian AMDAL dan analisis dampak lalu lintas akan menjadi dasar dalam menentukan desain akses dan skema pembebasan lahan, sehingga proyek tetap selaras dengan kepentingan masyarakat. (*)

Baca Sebelumnya

Wakil Bupati Lebak Ajak Warga Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Peningkatan Taqwa

Baca Selanjutnya

Saksi Akui Pengondisian Suara, Eks Camat Cangkringan Dicecar Soal Tanggal Proposal

Tags:

#Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar JLS Bojonegoro Jalan Lingkar Selatan

Berita lainnya oleh Sukiman

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

14 April 2026 16:59

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

14 April 2026 15:30

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 15:10

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

13 April 2026 18:15

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

13 April 2026 17:50

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

12 April 2026 19:02

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar