DPR Nilai Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 Belum Optimal

Jurnalis: Surya Irawan
Editor: M. Rifat

20 Jun 2024 23:51

Thumbnail DPR Nilai Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024  Belum Optimal
Dialektika Demokrasi dengan tema 'Evaluasi dan Catatan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2024). (Foto: Surya Irawan/Ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq menyoroti kurangnya fasilitas untuk jemaah haji Indonesia tahun ini. Menurutnya, fasilitas transportasi, konsumsi hingga tenda jemaah selama di Arafah dan Mina masih kurang. Padahal, kuota jemaah haji tahun ini bertambah 20 ribu dibandingkan tahun lalu.

"Pelaksanaan ibadah haji tahun ini menyimpan beberapa catatan yang terjadi setiap tahunnya, mulai dari pelanggaran visa hingga kurangnya fasilitas jemaah haji di tanah suci," kata Maman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Hal itu disampaikan Maman Imanul Haq dalam Dialektika Demokrasi dengan tema 'Evaluasi dan Catatan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024' bersama Pengamat Haji Ade Marfuddin dan Praktisi Media Ade Chandra.

Maman mengatakan, penambahan kuota haji sebanyak 20.000 tidak boleh dipermainkan oleh pihak tertentu. Ia mengingatkan jangan sampai Kementerian Agama (Kemenag) punya kepentingan sendiri untuk memberikan tambahan kuota haji.

Baca Juga:
Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

"Jangan sampai ada permainan kuota haji yang nantinya akan berdampak buruk pada kuota jemaah haji reguler," tutur Maman.

Di sisi lain, Maman menyampaikan penyediaan hotel dan konsumsi bagi jemaah belum memenuhi standar yang diinginkan.

"Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat menjadi catatan perbaikan untuk penyelenggaraan haji tahun-tahun berikutnya agar setiap masalahan yang ada dapat terus diatasi," sebutnya.

Sedangkan Pengamat Haji Ade Marfuddin mengatakan, untuk kuota haji itu hanya 8% dari 20 ribu kuota tambahan yang harus diberikan kepada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) sesuai UU No.8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, dan selebihnya untuk haji reguler.

Baca Juga:
David Pajung: Ajakan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Adalah Opini Jalanan, Bukan Gagasan Akademis

"Kalau itu dilanggar, maka ada pelanggaran terhadap UU," kata Ade Marfuddin.

Dikatakan, setiap tahun masalah yang dihadapi hampir sama. Khususnya di Arafah, Mudzalifah dan Mina. Baik terkait tenda yang overload, toilet, katering, jemaah haji dengan visa ziarah atau haji ilegal, transportasi, dan lain-lain yang seharusnya bisa diatasi.

"Sekarang ini ada kebijakan yang berani dari Kemenag, yaitu dengan tidak menggunakan Mina jadid. Jemaah haji justru numpuk di Mina lama sehingga overload. Padahal, kalau Mina jadid dipakai, dipastikan akan lebih longgar. Jadi, kita tunggu hasil evaluasi dan investigasi Timwas Haji DPR agar masalah haji itu tidak terus terulang," kata Ade.

Sementara Praktisi Media Ade Chandra yang pernah menjadi karom (kepala rombongan) haji reguler mandir in mengatakani, pimpinan rombongan haji mesti pandai-pandai mencari solusi ketika jemaah haji mengalami kesulitan.

"Seperti makan, waktu pelemparan jumroh, transportasi, dan sebagainya. Sehingga ibadah haji kita akan berjalab lebih baik dan lebih khusyu," kata Ade Chandra. (*) 

Baca Sebelumnya

DPP PKB Rekom Bos Rokok Tajimas Deny Widyanarko Maju Calon Bupati Kediri

Baca Selanjutnya

Sekda Jabar Ajak Daerah di Cekungan Bandung Bahu-membahu Lestarikan Citarum

Tags:

DPR haji HAJI2024 jemaah haji Haji 2024

Berita lainnya oleh Surya Irawan

MAKI Kembali Tagih Janji KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi CSR BI

15 April 2026 15:11

MAKI Kembali Tagih Janji KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi CSR BI

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

14 April 2026 07:40

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

28 Maret 2026 10:00

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

28 Maret 2026 08:40

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

28 Maret 2026 07:36

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

28 Maret 2026 07:05

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H