KETIK, SURABAYA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur telah memiliki 400 tenaga pendamping produk halal. Mereka disebut siap membantu para pedagang UMKM di sekitar masjid untuk mensertifikasi dagangannya agar memiliki sertifikat halal
Wakil Ketua PW DMI Jawa Timur Bidang Halal Lifestyle Dr Siti Nur Husnul Yuniati STP M.Kes mengatakan, ke-400 tenaga pendamping produk halal itu sebelumnya telah mengikuti empat kali pelatihan.
Ia menambahkan, sertifikasi halal bukan hanya tren, melainkan kebutuhan dasar sebagai muslim karena ada perintah agama untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyib.
"DMI dengan jejaring masjid yang memiliki jemaah sebagai konsumen dan produsen dari berbagai produk tentu sangat penting dengan sertifikasi halal, apalagi UU Jaminan Produk Halal juga sudah ada dan akhir Mei 2026 ada SK Gubernur untuk mempercepat sertifikasi halal itu," jelasnya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.
Selain mengumumkan jumlah tenaga pendamping sertifikat halal. DMI Jawa Timur juga memiliki Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) sejak 14 Januari 2026.
Baca Juga:
Pengurus DMI Kabupaten Pemalang Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Masjid untuk Pembangunan DaerahLP3H, katanya telah berhak melakukan pendampingan secara resmi, mulai dari bahan baku yang harus dipastikan halal hingga proses olah, lalu nama hingga sertifikat. “Jangan pakai nama Mie Setan,” katanya.
Apalagi, pertumbuhan “market halal” di negara non-Muslim sekarang juga semakin meningkat, karena masyarakat non-Muslim sangat percaya dengan jaminan halal (sertifikat halal yang bukan sekadar logo) itu baik untuk kesehatan.
“Sekarang, juga mulai ada kesehatan syariah, misalnya pasien perempuan jangan ditangani petugas laki-laki. Sebentar lagi juga ada WHO atau wajib halal Oktober, sedang sertifikat halal di Jatim masih peringkat ketiga, karena itu literasi halal juga perlu masif,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PW DMI Jatim Drs H Suhadi mengatakan DMI Jatim memiliki tiga program unggulan yakni Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) sejak 2019, Masjid Award sejak 2023, dan Halal Center sejak awal 2026.
Baca Juga:
PW DMI Jatim Cetak Dai Muda dari Kalangan Remaja hingga Sahabat Disabilitas“Prinsipnya, DMI ingin satu masjid makmur, maka semuanya harus makmur, karena DMI itu rumah besar yang mengakomodasi semua masjid/musholla se-Jatim. Saat ini, DMI Jatim mendampingi 3.700 DMI ranting (desa/masjid jamik), 666 DMI cabang (kecamatan/madjid besar), dan 38 DMI daerah (kabupaten/kota),” katanya.
Selain program pendampingan DMI, Podcast “Masjid Inspiratif” juga menampilkan “masjid inspirasi” yakni Masjid Al-Huda (masjid perumahan/perhutani di Sambikerep, Surabaya), Masjid Nurul Fatah (masjid kampung/lokalisasi Bangunsari, Krembangan, Surabaya), Masjid Nurul Jannah (masjid perkantoran Petrokimia), Masjid al Huda (masjid kampus Unmer, Malang), Masjid Agung Jamik Kota Malang, dan Masjid Raya “Ulul Albab” UINSA, Surabaya. (*)