DLH Kota Malang Minta Warga Waspadai Partikel Polusi PM2.5

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

25 Jul 2024 05:01

Thumbnail DLH Kota Malang Minta Warga Waspadai Partikel Polusi PM2.5
Ilustrasi kondisi udara Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang meminta masyarakat untuk waspada terhadap Particulate Matter (PM2.5). Partikel debu berukuran 2,5 mikron itu tak kasat mata dan mudah masuk ke saluran pernafasan manusia. 

Kabid Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso menjelaskan PM2.5 mampu menyebabkan gangguan pernafasan dan efek buruk lainnya. 

"PM2.5 sebenarnya debu yang ukurannya 2,5 mikron dan melayang di udara. Itu yang gampang masuk dan bisa menimbulkan gangguan pernafasan. Karakteristik itu semakin banyak," ujar Trisan, Kamis (25/7/2024). 

DLH Kota Malang telah melakukan uji udara ambien di beberapa lokasi. Terdapat pembagian empat wilayah untuk mengidentifikasi area penyumbang pencemaran. 

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

"Ada wilayah perumahan, padat transportasi, perdagangan dan jasa, serta wilayah industri. Rata-rata dari debu itu cukup tinggi. Debu itu kalau ukuran 2,5 mikron gak akan kelihatan," lanjutnya. 

Kendati demikian, kualitas udara Kota Malang masih dapat dikatakan bagus meskipun tidak sebaik saat tahun 2010. Kondisi tersebut harus dapat dipertahankan agar tidak menjadi tercemar. 

"Nilainya bukan stabil atau meningkat, kecenderungannya bisa menurun. Cuma tetep dalam kisaran bagus. Di tahun 2010, 2012, 2015, kualitasnya lebih bagus dari pada sekarang," tambahnya. 

Untuk memantau kualitas udara, DLH Kota Malang memiliki Advanced Dispersion Modelling System (ADMS) untuk uji udara secara online. 

Baca Juga:
Adu Banteng Scoopy vs Vario di Jalan Raya Kepuh Malang, Tiga Orang Luka Parah

"Parameter kualitas udara dikatakan bagus itu ada banyak poin. Misalnya dari kualitas CO2, oksigennya, ozon, NO2, SO2, jadi banyak," kata Trisan.

Untuk menjaga kualitas udara di Kota Malang, salah satu cara yang efektif ialah dengan penanaman pohon. Mengingat persoalan udara memerlukan pembenahan dan penataan yang kompleks. 

"Kalau lihat udara kan gak bisa dikerubung satu wilayah karena sangat tersebar. Paling tidak yang bisa dilakukan masyarakat adalah menanam pohon. Tujuannya dia supplay oksigen, dan ada beberapa penangkap air, dan lainnya," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Komisi Yudisial Akan Panggil Erintuah Damanik Usai Vonis Bebas Ronald Tannur

Baca Selanjutnya

Puff and Pour: Misi Kenalkan Potensi Cerutu Lokal Jember dari Hulu ke Hilir

Tags:

Kualitas Udara Kota Malang Kota Malang DLH Kota Malang PM2.5

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar