DLH Aceh Singkil Umumkan Hasil Uji Lab, Warga Pertanyakan Validitas

Jurnalis: Zailani Bako
Editor: Muhammad Faizin

26 Sep 2025 06:54

Thumbnail DLH Aceh Singkil Umumkan Hasil Uji Lab, Warga Pertanyakan Validitas
Wakil bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, bersama Kadis LH, unsur kepolisian dan pihak PT Nafasindo, pada konfrensi pers terkait hasil uji laboratorium pasca kebocoran limbah perusahaan 6 September 2025 lalu di ruang rapat kantor bupati, Kamis, 25 September 2025. (Foto: Zaelani Bako/Ketik)

KETIK, ACEH SINGKIL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Singkil merilis hasil uji laboratorium terkait kebocoran limbah PT Nafasindo yang sempat menewaskan banyak ikan di Sungai Lae Gombar. Hasil analisis menunjukkan kondisi air masih berada di ambang batas baku mutu.

Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Bupati Aceh Singkil, Kamis, 25 September 2025. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Hamzah Sulaiman, pihak PT Nafasindo, perwakilan Polres Aceh Singkil, tokoh masyarakat, serta awak media.

Kepala DLH Aceh Singkil, Surkani, menjelaskan bahwa investigasi dilakukan setelah menerima laporan warga mengenai matinya ikan secara tiba-tiba di Sungai Lae Gombar. Tim gabungan dari DLH, Polres, dan masyarakat, dengan disaksikan pihak perusahaan, mengambil sampel air dari tiga titik: kolam 9, badan air Lae Singkohor, dan Sungai Lae Gombar.

“Hasil uji laboratorium di PT Mutu Agung Tbk Medan, yang sudah terakreditasi resmi, menunjukkan kondisi air masih berada di ambang batas (aman) ,” kata Surkani.

Baca Juga:
Membanggakan! 23 Siswa MAN Aceh Singkil Lolos PTN 2026 via Jalur Prestasi

Ia menambahkan, PT Nafasindo juga telah mengakui adanya kebocoran limbah yang masuk ke badan sungai hingga berdampak pada biota perairan.

Sebagai bentuk tanggung jawab, lanjut Surkani, perusahaan berkomitmen membersihkan alur sungai, memberikan kompensasi sosial kepada warga, menabur benih ikan secara berkala, serta memperbaiki sistem pengelolaan limbah.

Meski demikian, sejumlah warga menyatakan keberatan. Ustadz Aminullah, warga terdampak dari peristiwa yang terjadi pada 6 September 2025 itu, menilai hasil uji laboratorium tidak sesuai fakta di lapangan.

"Bagaimana mungkin hanya disebut di ambang batas, padahal ikan-ikan mati mengapung?” ujarnya.

Baca Juga:
SWI Soroti Ketimpangan Dana Hibah Media di Aceh Singkil

Kritik juga datang dari wartawan RRI, Salihin, yang mempertanyakan alasan uji laboratorium hanya dilakukan pada sampel air, tanpa melibatkan ikan-ikan yang mati. Pihak DLH beralasan aturan hanya mengatur uji kualitas air, bukan biota yang terdampak.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, menegaskan perlunya kepastian hukum terkait kasus ini.

“Kalau ada pasal yang dilanggar, harus ada sanksi. Kalau tidak ada, jangan sampai ada diskriminasi. Pemerintah akan terus mengawasi seluruh perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Nafasindo, Kiki Agus, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia memastikan perusahaan sudah turun ke desa dua hari setelah kejadian untuk berkomunikasi langsung dengan warga.

“Kami berkomitmen membersihkan sungai, menabur benih ikan, dan memberikan kompensasi. Data warga terdampak sudah kami minta dari desa,” ujarnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Pemkab Bandung Fasilitasi Sertifikasi TKDN

Baca Selanjutnya

Bupati Bandung Berharap Pemuda Pancasila Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Tags:

Konfrensi pers hasil uji laboratorium limbah PT Nafasindo diambang batas Aceh Singkil 2025

Berita lainnya oleh Zailani Bako

SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial Nasional

11 April 2026 08:59

SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial Nasional

Membanggakan! 23 Siswa MAN Aceh Singkil Lolos PTN 2026 via Jalur Prestasi

9 April 2026 01:43

Membanggakan! 23 Siswa MAN Aceh Singkil Lolos PTN 2026 via Jalur Prestasi

SWI Soroti Ketimpangan Dana Hibah Media di Aceh Singkil

8 April 2026 19:28

SWI Soroti Ketimpangan Dana Hibah Media di Aceh Singkil

Boyolali Siap Gelar HKPS dan Munas SWI 2026, Bupati Agus Irawan Dukung Penuh

7 April 2026 23:19

Boyolali Siap Gelar HKPS dan Munas SWI 2026, Bupati Agus Irawan Dukung Penuh

Pengadaan Ayam Petelur BUMDes Lae Gecih Aceh Singkil Diduga Fiktif, APH Diminta Proaktif

6 April 2026 15:43

Pengadaan Ayam Petelur BUMDes Lae Gecih Aceh Singkil Diduga Fiktif, APH Diminta Proaktif

Ketum PERMAHI Tanggapi Wibawa Peradilan Militer dalam Perspektif Teoretis

6 April 2026 08:18

Ketum PERMAHI Tanggapi Wibawa Peradilan Militer dalam Perspektif Teoretis

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar