Dispertan Pemalang Serap Komoditas Petani, Seribu Paket Sayuran Ludes Terjual

Jurnalis: Slamet Sumari
Editor: Mustopa

18 Okt 2024 21:49

Thumbnail Dispertan Pemalang Serap Komoditas Petani, Seribu Paket Sayuran Ludes Terjual
Ibu ibu sedang memborong paket sayuran yang dijual Dispertan Pemalang, Jumat, 18 Oktober 2024 (Foto: Dispertan Pemalang to Slamet/ketik.co.id)

KETIK, PEMALANG – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menjual paket sayuran hasil petani lokal. Paket sayuran itu terdiri dari kol atau kubis, wortel, tomat, seledri, dan bawang daun.

Peket sayuran itu dijual seharga Rp5 ribu yang diselenggarakan di Kantor Dispertan setempat, pada Jumat, 18 Oktober 2024.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Suprayitno, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura, Iing Winarso, mengatakan penjualan paket sayuran itu diadakan guna menyerap harga komoditas petani lokal yang sedang murah.

Sebanyak 1.000 paket sayuran itu ludes terjual dalam hitungan jam setelah dimulainya penjualan. Antusias para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat sekitar menyerbu dan memborong paket sayuran yang dijual Dinas Pertanian Pemalang.

Baca Juga:
Jawa Tengah Siapkan 3 Aglomerasi Pengolahan Sampah, Brebes Diantaranya

"Awalnya kita bikin paketan 600. Ternyata dari sekitar kita para OPD antusiasnya luar biasa, semuanya pada ikut beli akhirnya kita kurang, dan ini kita paketkan seribu aja masih kurang," kata Iing Winarso.

Menurut Iing, kegiatan penjualan paket sayuran ini akan berlangsung hingga harga komoditas sayuran petani lokal stabil khususnya kol atau kubis.

"Nanti hari Senin depan kita adakan lagi. Tapi nanti kalau ternyata dalam satu minggu ini harga (kol atau kubis) belum naik, standar saya Rp2 ribu, kita akan adakan di Car Free Day," ungkap Iing.

"Per hari ini fluktuatif harganya ada yang Rp800 ternyata ada yang Rp1.500 juga, artinya tidak semua harga di kelompok tani murah tapi ada yang sudah tinggi" tambahnya.

Baca Juga:
Serap Lulusan SMK, Pemalang Bidik Investasi Pabrik Otomotif

Lebih lanjut, Iing menjelaskan dalam melaksanakan kegiatan penjualan paket sayuran ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) melainkan secara swadaya iuran pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang.

"Ini iuran teman-teman, swadaya teman-teman di dinas tidak dari APBD, karena kita tidak ada anggaran untuk itu. Ini hanya upaya kecil kita untuk bisa sedikit meringankan beban petani-petani kita yang sedang merasakan harganya anjlok," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Dinas Pertanian Pemalang, anjloknya harga kubis atau kol di petani lokal disebabkan karena pedagang dari luar daerah seperti Jakarta, Cikarang, dan Cirebon tidak membeli di wilayah Pemalang.

"Apakah ada pasar lain yang kualitasnya lebih bagus atau tidak, kita belum tahu. Tapi tadi pagi kita komunikasi dengan salah satu kelompok tani di Desa Clekatakan ada yang ambil, jadi agak terangkat harganya," kata Iing.

Iing menduga anjloknya harga kol atau kubis menurun dan kurang minatnya daya beli terhadap sayuran secara nasional bukan karena kualitas akan tetapi kemungkinan saat ini sedang ada bantuan lauk pauk dari pemerintah untuk program stunting.

"Ini saya enggak tahu, apakah itu mempengaruhi atau tidak. Itu kan bisa mengurangi konsumsi mereka yang biasa beli sayur karena sekarang sudah dapat daging, beras, telor. Mungkin ini pengaruh karena anjloknya harga kubis nasional," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Dorong Ketahanan Energi Nasional, FSPPB dan Ikatan Alumni Lemhanas Desak Pemerintah Revisi UU Migas No. 22/2001

Baca Selanjutnya

Rangkul Semua Golongan, Warsubi-Salman Gelar Makan Bersama Pendeta di Jombang

Tags:

Dinas Pertanian Dispertan Paket Sayuran Harga Kol pemalang Jawa Tengah

Berita lainnya oleh Slamet Sumari

Modal Swadaya, Ratusan Guru PAUD KWK Pemalang Sukses Gelar Halalbihalal

15 April 2026 01:09

Modal Swadaya, Ratusan Guru PAUD KWK Pemalang Sukses Gelar Halalbihalal

Jelang Pilkades 2026, Camat Comal Ajak Warga Jaga Kerukunan Meski Beda Pilihan

14 April 2026 05:40

Jelang Pilkades 2026, Camat Comal Ajak Warga Jaga Kerukunan Meski Beda Pilihan

Dindikpora Pemalang Minta Sekolah Tunda Study Tour

13 April 2026 20:43

Dindikpora Pemalang Minta Sekolah Tunda Study Tour

Kebakaran di Sragi Pekalongan, Warung Semi Permanen dan Kanopi Rumah Hangus

12 April 2026 01:49

Kebakaran di Sragi Pekalongan, Warung Semi Permanen dan Kanopi Rumah Hangus

Warga Jatiroyom Pemalang Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Sumur Bor hingga Treser

10 April 2026 21:12

Warga Jatiroyom Pemalang Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Sumur Bor hingga Treser

Paguyuban Merah Putih Kaliprau di Pemalang Gotong Royong Tanggulangi Rob

10 April 2026 16:15

Paguyuban Merah Putih Kaliprau di Pemalang Gotong Royong Tanggulangi Rob

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar