Dispendik Surabaya Terapkan Hari Bahasa Jawa, Ini Kata Akademisi Unusa

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

10 Jul 2025 06:30

Headline

Thumbnail Dispendik Surabaya Terapkan Hari Bahasa Jawa, Ini Kata Akademisi Unusa
Penerapan Bahasa Jawa di Sekolah sebagai wujud pelestarian budaya daerah. (Foto: Rihad/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) berencana mewajibkan penggunaan bahasa Jawa di sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMP. Aturan ini dibuat untuk menindak lanjuti Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2025.

Rencananya penggunaan bahasa Jawa akan diterapkan setiap hari Kamis, tujuannya merevitalisasi krama inggil di lingkungan sekolah, diperkuat dengan penetapan Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib.

Menyikapi hal tersebut, Mustofa, Ph.D selaku Dosen S2 Pendidikan Dasar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengatakan jika aturan ini merupakan terobosan yang bagus dari Pemkot Surabaya untuk melestarikan bahasa Jawa, khususnya di Kota Pahlawan.

Dimana saat ini sudah jarang ditemui anak-anak yang dapat berbicara bahasa Jawa secara halus (krama inggil). Kebanyakan anak-anak Surabaya saat ini hanya bisa berbicara bahasa Jawa kasar (Ngoko).

Baca Juga:
Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak Wedi

"Saya rasa ini langkah yang bagus ya. Karena sekarang anak-anak berkomunikasi hanya bisa berkomunikasi dalam bahasa Jawa yang kasar atau ngoko," jelas Mustofa, Rabu 9 Juli 2025.

Dirinya menambahkan selain pendidikan bahasa asing, pendidikan bahasa daerah juga sangat penting. Bahasa asing dan bahasa daerah dapat diajarkan secara berdampingan, karena keduanya sangat penting untuk mendukung Indonesia menjadi bangsa yang maju.

"Untuk menjadi bangsa yang maju kita memang harus menguasai bahasa asing, tetapi tidak harus melupakan bahasa daerah. Keduanya dapat diajarkan secara berdampingan," tambahnya.

Mustofa menyebut Kota Surabaya identik dengan bahasa Jawa Arekan yang terkenal kasar, tetapi pendidikan bahasa Jawa Krama Inggil tetap diperlukan. Hal ini penting agar bahasa Jawa Krama Inggil bisa tetap lestari ditengah gempuran modernisasi.

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

"Kalau sekedar bahasa Jawa Suroboyo-an ini sudah secara otomatis tidak perlu diajarkan, karenakan anak-anak saat berbicara bersama temannya sudah menggunakan bahasa tersebut," paparnya.

"Akan tetapi jarang dari mereka bisa berbicara bahasa Jawa krama inggil. Hal ini yang menjadi atensi bagaimana melestarikan bahasa Jawa krama inggil," imbuhnya.

Terkait pelestarian bahasa Jawa tentu tidak bisa lepas dari huruf Jawa atau yang biasa dikenal sebagai Hanacaraka. Mengenai hal tersebut Mustofa memiliki pendapat tersendiri, terkait Hanacaraka lebih tepat jika tidak diberikan secara umum kepada para siswa, alangkah baiknya jika pelajaran terkait aksara Jawa diberikan melalui peminatan khusus.

"Jadi untuk Hanacaraka jangan diberi secara umum. Lenih baik dimasukkan dalam peminatan tersendiri, seperti ekstrakulikuler di sekolah. Atau untuk universitas seperti UKM," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Lagi, 6 Pintu Asrama Pesantren Darulfalah Alzamzamiyah Gunung Lagan Terbakar

Baca Selanjutnya

Tegas! Kapolsek Sokobanah di Sampang Bakar Area Judi Sabung Ayam

Tags:

Pendidikan Bahasa Jawa Krama Inggil Bahasa Asing Dispendik Surabaya Pemkot Surabaya Unusa

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar