KETIK, SITUBONDO – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Situbondo resmi menutup kegiatan pelatihan pengemudi yang telah berlangsung selama 12 hari, Rabu, 29 Juli 2026.
Penutupan pelatihan pengemudi yang diikuti 25 peserta tersebut menjadi penanda berakhirnya program peningkatan kompetensi bagi para pencari kerja yang ingin berkarier sebagai pengemudi profesional.
"Kegiatan ini dilaksanakan selama 12 hari, mulai 14 hingga 29 Juli 2026," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Situbondo, Suriyatno.
Suriyatno mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
"Selama mengikuti pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai keselamatan berkendara, etika pelayanan, perawatan kendaraan, hingga praktik mengemudi," jelasnya.
Baca Juga:
Dorong SDM dan Ekonomi, Dinas Pariwisata Gelar Pelatihan Pembuatan FilmLebih lanjut, Suriyatno menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan disiplin hingga selesai. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.
"Pelatihan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mendapatkan pekerjaan atau mengembangkan usaha secara mandiri," ujar Suriyatno.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, lanjut Suriyatno, pelatihan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan karakter kerja yang profesional, bertanggung jawab, dan mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas sebagai pengemudi.
"Dengan berakhirnya pelatihan ini, Disnaker Situbondo berharap para lulusan dapat segera terserap di dunia kerja, baik pada sektor transportasi, logistik, maupun perusahaan yang membutuhkan tenaga pengemudi profesional," pesannya kepada para peserta.
Baca Juga:
Ketua DPD APPSI Situbondo Dikukuhkan, Siap Perjuangkan Kemajuan Pedagang Pasar TradisionalProgram pelatihan serupa, tambah Suriyatno, akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kabupaten Situbondo. (*)