Dishub Kota Malang Ingatkan Jukir yang Pungut Tarif Mahal di Kayutangan Heritage

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

17 Jul 2023 10:38

Thumbnail Dishub Kota Malang Ingatkan Jukir yang Pungut Tarif Mahal di Kayutangan Heritage
Salah satu titik parkir di badan jalan Kayutangan Heritage, (117/7/2023). (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menegaskan tidak ada parkir progresif di Kawasan Kayutangan Heritage. Pasalnya sempat muncul isu terkait juru parkir (jukir) yang menarik tarif lebih mahal kepada pengunjung di Kayutangan Heritage.

"Sebenarnya ada oknum jukir yang tanya 'lama atau tidak' ke salah satu pengendara yang mau parkir di sana. Terus kalau lama, katanya nanti ditarik Rp 5.000. Harapannya jangan begitu dong, kita belum menggunakan parkir progresif. Kalau progresif kan bisa saja, tapi masuknya ke pajak bukan ke jukir," ujar Widjaja, Senin (17/7/2023).

Kendati demikian, Widjaja tak dapat memungkiri akan diberlakukan parkir progresif di beberapa kawasan di Kota Malang. Hal tersebut sebagai langkah untuk mengurangi volume kendaraan di Kota Malang. Mengingat kantong parkir yang dimiliki oleh Kota Malang cenderung terbatas.

"Kita lihat strategi dan kondisinya juga. Karena dalam rangka untuk mengurangi volume kendaraan dengan adanya keterbatasan luasan lahan parkir, bisa saja kita lakukan ke khusus kawasan tertentu untuk dinaikkan harganya. Sangat mungkin itu, tapi tetap sekali lagi ini adalah wacana dalam rangka memberikan batasan," sebutnya.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Guna mengatasi persoalan lahan parkir, Widjaja pun mempersilakan masyarakat yang ingin membuka usaha parkir. Saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut. Termasuk untuk kawasan Kayutangan Heritage yang sering dikeluhkan masyarakat mengenai parkir di badan jalan.

"Itu (membuka usaha parkir sendiri) justru harapan kami. Jadi sebagai bada usaha. Mulai hari ini akan kita dorong dan sosialisasikan hal itu. Walaupun sudah ada yang melakukannya seperti di MOG. Kemudian yang kecil-kecil itu mekanismenya di pajak daerah," lanjutnya.

Sama halnya di kawasan Arjosari yang membuka lahan untuk penitipan kendaraan. Tarif yang dibebankan pada pengunjung nantinya sebagian akan masuk ke pajak daerah Kota Malang.

"Kalau penitipan yang di depan Arjosari itu kan ruang sendiri. Masuknya ke pajak daerah, bukan retribusi. Tapi tidak apa-apa, yang penting adalah penataan parkirnya jelas dan sangat membantu dalam rangka penyediaan lahan parkir," ujar Widjaja.

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

Widjaja juga mengimbau supaya tidak terjadi upaya jual-beli lahan parkir, khususnya milik Pemerintah Kota Malang. Menurutnya hal tersebut sangat merugikan Pemkot Malang maupun masyarakat lainnya.

"Kalau lahan yang diperjualbelikan, itu gak ada data masuk ke kami. Itu urusan pribadi, tapi yang kita pastikan adalah apakah lahan itu milik daerah atau tidak," tambahnya.

Dia mengimbau agar jangan sampai ada jual beli lahan parkir, apalagi itu barang milik daerah. Hal itu dia sebut sangat merugikan bagi pemerintah daerah. "Karena perlu diketahui bahwa tepi jalan, badan jalan, itu adalah barang milik daerah," jelas Widjaja.(*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Ngawi-Bea Cukai Madiun Ajak Warga Kenali Rokok Ilegal dengan 2P-2B, Begini Penjelasannya

Baca Selanjutnya

Pertina Ngawi Sukses Jadi Juara Umum dan Antarkan 2 Atlet Juara Favorit di Kejurda Tinju se-Jatim 2023, Ini Sosoknya

Tags:

Kantong parkir Dishub Kota Malang Kayutangan Heritage Parkiran Kayutangan Heritage Parkir Progresif Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar