KETIK, BREBES – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meresmikan Jalan Poros Jagalempeni–Tegalgandu di Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Jumat 14 Agustus 2026 sore.

Jalan sepanjang lebih dari 2 kilometer dengan konstruksi beton dan lapis hotmix ini semakin memperlancar mobilitas warga dan mendongkrak ekonomi warga.

“Alhamdulillah pengerjaannya sangat bagus, cornya kuat dan rapi. Mudah-mudahan jalan ini bermanfaat besar bagi warga,” ujar Bupati Paramitha saat meresmikan.

Ia menekankan pembangunan jalan tidak hanya untuk kenyamanan, tetapi juga berdampak pada ekonomi, terutama distribusi hasil pertanian.

Selain itu dikatakanya ini sebagai bentuk pemenuhan janji politiknya untuk memperbaiki infrastruktur daerah.

Peresmian ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang telah lama mendambakan akses jalan yang layak.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan 235 ruas jalan akan ditender dan 205 paket proyek siap tayang. Keterlambatan sebelumnya terjadi karena regulasi baru dan kenaikan BBM.

Bupati Brebes menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur akan dilakukan secara bertahap. Satu per satu ruas jalan di wilayah Brebes akan dibangun demi meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

Namun, ada hal lain yang membuat bupati merasa sangat bahagia dalam kunjungan kerja tersebut. Kebahagiaan bupati bukan hanya karena melihat aspal yang sudah mulus, melainkan karena melihat dampak nyata proyek ini terhadap ekonomi arus bawah.

Usai berdialog dengan warga, Bupati menyaksikan langsung bagaimana perbaikan akses jalan ini langsung menghidupkan aktivitas usaha baru.

Di sepanjang sisi kanan dan kiri jalan yang baru diresmikan, kini mulai ramai dipadati oleh para penjual keliling dan pedagang kaki lima.

Salah satu warga mengaku sangat senang dengan wajah baru jalan mereka. Selain mobilitas menjadi lebih lancar dan aman, peningkatan infrastruktur ini terbukti memberikan ruang bagi masyarakat untuk mencari rezeki dan menggerakkan ekonomi mereka.

"Sebelumnya saya hanya jualan keliling masuk ke kampung-kampung, tapi alhamdulilah sejak jalan ini mulus dan ternyata banyak warga jalan-jalan sore di sini, ini menjadi rutinan saya mangkal tiap hari," ujar salah satu penjual bakso keliling.

Hal yang sama disampaikan salah satu petani, ia mengaku semakin mudah menuju sawahhya.

Sebelumnya harus di panggul ketika membawa hasil pertanian atau membawa pupuk, kini dengan kendaraan bermotor lebih mudah," ucap salah satu petani.(*)

Baca Juga:
Material Timbunan Jalan Batas Aceh Selatan-Singkil Diuji, CBR Tiga Quarry di Atas 31 Persen
Baca Juga:
Bupati Brebes Keluarkan Surat Edaran Cegah Gratifikasi di Lingkungan Kesehatan