Dinkes Sleman Dorong Kampus Jadi Ekosistem Inklusif dan Sehat

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

15 Feb 2026 06:20

Thumbnail Dinkes Sleman Dorong Kampus Jadi Ekosistem Inklusif dan Sehat
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, dr Seruni Angreni Susila, MPH, saat memaparkan program Kampus Sehat dalam seminar yang digelar oleh Ikahum Atma Jogja, Sabtu 14 Februari 2026. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menciptakan ekosistem yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inklusif dan sehat bagi seluruh civitas akademika.

Komitmen tersebut disampaikan dalam diskusi panel bertajuk "Mewujudkan Kampus Inklusif untuk Semua: Belajar Tanpa Batas Sukses Tanpa Akhir" yang diselenggarakan oleh DPP Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman dr Seruni Angreni Susila, MPH, memaparkan urgensi program advokasi Kampus Sehat. Dalam penjelasannya, dr Seruni menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi memegang peran vital dalam membangun sumber daya manusia yang produktif melalui penciptaan ruang sosial yang mampu membentuk pola hidup sehat bagi generasi muda sejak dini.

Landasan Regulasi dan Pilar Strategis

Landasan regulasi program ini kini semakin kuat dengan adanya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025. Peraturan tersebut mengamanatkan perguruan tinggi untuk mengintegrasikan aspek keamanan, kesejahteraan sivitas, hingga penyediaan sarana prasarana yang ramah terhadap penyandang disabilitas ke dalam rencana strategis kampus.

Visi besar dari program ini adalah menjadikan kampus sebagai ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan kesehatan ke dalam aspek operasional, akademik, hingga budaya. Hal tersebut mencakup penguatan tata kelola melalui kebijakan kampus sehat, pengembangan budaya hidup bersih tanpa rokok, serta penyediaan layanan kesehatan dan konseling yang inklusif.

Selain itu, aspek infrastruktur hijau dan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan turut menjadi indikator penting dalam penilaian keberhasilan sebuah institusi.

Kawasan Nol Toleransi 

Lebih jauh, dr Seruni juga menyoroti penerapan kawasan nol toleransi terhadap berbagai perilaku negatif seperti peredaran narkoba, perjudian, hingga segala bentuk kekerasan dan perundungan.

Melalui kemitraan yang erat antara pemerintah dan organisasi alumni seperti Ikahum Atma Jogja, diharapkan setiap kampus mampu menciptakan sistem pelaporan digital yang terintegrasi serta mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam gerakan promosi kesehatan secara berkelanjutan.

Upaya ini mencakup kegiatan sosial seperti donor darah hingga kampanye lingkungan kampus hijau secara konsisten. (*)

Baca Juga:
BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen April 2026, Cek Ini Posisi dan Jadwal Pendaftarannya!
Baca Juga:
Pengurus Gerkatin 2023–2028 Kota Kediri Dilantik, Mbak Wali: Perkuat Komitmen Kota Inklusif
Baca Sebelumnya

Bhayangkara FC Jegal Persebaya 2-1, Paul Munster: Ini Kemenangan yang Penting

Baca Selanjutnya

66 Ribu Warga Magelang Dicoret dari PBI-JKN, Banyak yang Bingung saat Hendak Berobat BPJS

Tags:

Dinkes Sleman Kampus Inklusif Kampus Sehat IKAHUM ATMA JOGJA Universitas Atma Jaya Yogyakarta Pendidikan Inklusif Promosi Kesehatan Sleman Seruni Angreni Susila Cahya Purnama Kawasan Tanpa Rokok disabilitas Kesehatan Mental Mahasiswa Zero Tolerance

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar