Dinkes Kota Batu Sebut Paparan Sound Horeg Bisa Sebabkan Kerusakan Pendengaran Permanen

Jurnalis: Sholeh
Editor: Mustopa

27 Jul 2025 17:25

Thumbnail Dinkes Kota Batu Sebut Paparan Sound Horeg Bisa Sebabkan Kerusakan Pendengaran Permanen
‎Karnaval Sound Horeg di Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji Kota Batu. (Foto: Tangkapan Layar YouTube)

KETIK, BATU – Paparan suara yang berlebihan dari sound horeg dalam jangka panjang dapat memiliki berbagai efek negatif pada kesehatan, terutama pada sistem pendengaran dan kesehatan secara keseluruhan.

‎Sound horeg adalah sistem audio bersuara keras yang kerap digunakan dalam karnaval Desa di Jawa Timur, termasuk Kota Batu.

‎Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Susana Indahwati menyampaikan, tingkat volume suara yang aman untuk telinga manusia adalah di bawah 85 desibel (dB) untuk durasi maksimal delapan jam.

Apa pun di atas 85 dB untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan sementara pada jaringan telinga yang sensitif atau bahkan gangguan pendengaran permanen.

Baca Juga:
Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

‎Ia menyebutkan beberapa efek kesehatan yang mungkin timbul akibat paparan suara horeg. Diantaranya, gangguan pendengaran. Ini adalah efek yang paling langsung dan umum.

‎"Telinga berdenging (Tinnitus) seringkali terjadi setelah terpapar suara keras. Ini bisa bersifat sementara, tetapi pada paparan berulang, tinnitus bisa menjadi permanen dan sangat mengganggu," katanya, Minggu 27 Juli 2025.

‎Kemudian dr Susana menjelaskan, suara keras bisa menyebabkan seseorang kehilangan Pendengaran Sementara. Biasanya gejala ini akan pulih dalam beberapa jam atau hari, namun ini menurutnya adalah tanda bahwa telinga sedang stres.

‎Tidak hanya itu, paparan suara keras secara berulang atau sangat intens dalam satu waktu dapat merusak sel-sel rambut halus di koklea (rumah siput) telinga bagian dalam secara permanen. 

Baca Juga:
Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

‎"Kerusakan ini tidak dapat diperbaiki dan mengakibatkan kehilangan pendengaran sensorineural yang bersifat permanen, di mana kemampuan mendengar frekuensi tertentu, terutama frekuensi tinggi akan menurun," ujarnya.

‎dr Susana menguraikan, suara keras juga dapat memicu respons stres pada tubuh, yang menyebabkan peningkatan adrenalin, detak jantung, dan tekanan darah. Dikatakannya, paparan kebisingan kronis telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan stroke, meskipun mekanisme pastinya masih diteliti.

‎"Terpapar suara keras, terutama di malam hari, dapat mengganggu siklus tidur dan menyebabkan kesulitan untuk tertidur atau mempertahankan tidur. Bahkan jika Anda bisa tertidur, suara keras dapat menyebabkan tidur yang dangkal dan kurang restoratif," paparnya.

‎Lebih lanjut, dr Susana memberikan cara mengurangi risiko saat masyarakat berada dalam kondisi di tempat yang sangat bising. 

‎Yaitu, dengan menggunakan pelindung telinga. Seperti Earplug atau earmuff yang sangat efektif untuk mengurangi intensitas suara yang masuk ke telinga. Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari berada di area dengan suara sangat keras terlalu lama. 

‎"Berdirilah agak jauh dari sumber suara atau speaker. Jika Anda mendengarkan musik pribadi, gunakan volume yang moderat," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

DPP BNPM Resmi Dilantik, Siap Dirikan DPD di Setiap Provinsi

Baca Selanjutnya

Usia Produktif Warga 56%, PKB Kabupaten Bandung Dorong Kebijakan Penunjang Produktivitas

Tags:

Kota Batu Sound Horeg paparan suara kesehatan sistem pendengaran Dinas Kesehatan Kota Batu

Berita lainnya oleh Sholeh

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

9 Desember 2025 20:30

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

9 Desember 2025 20:07

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

9 Desember 2025 15:58

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

9 Desember 2025 15:46

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

8 Desember 2025 17:00

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

8 Desember 2025 16:48

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar