KETIK, MALANG – Wabup Malang Hj Lathifah Shohib berkunjung ke Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas, Selasa, 27 Januari 2026. Pada kunjungan itu, Wabup didampingi sejumlah Kepala dinas Pemerintah Kabupaten Malang.
Kunjungan tersebut dalam rangka finalisasi pilot project di Kabupaten Malang. Dalam hal ini untuk mengembangkan potensi kopi, kakao dan Padi Sukma yang jadi potensi Kabupaten Malang.
Sejumlah Kepala Dinas yang mendampingi Wabup Hj Lathifah Shohib diantaranya, Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Hermawanto dan Kepala Dinas Pertanian Avicenna.
Sedangkan dari Kementerian PPN / Bappenas di wakili stafsus menteri Rama G Notowidigdo dan Asisten Personal Menteri Prof Dwija.
Baca Juga:
Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas CemorokandangWabup Malang Hj Lathifah Shohib mengatakan, pada audiensi telah disepakati fokus kerja sama Kementerian PPN / Bappenas dengan Pemkab Malang dalam sektor Pertanian, Pariwisata dan Pendidikan.
"Pada awal bulan Februari 2026, Kementerian dan Pemkab Malang akan MoU kerja sama tersebut," ujarnya kepada Ketik.com.
Lebih lanjut ia mengatakan, Kementerian PPN / Bappenas akan mendampingi berbagai program pertanian dan pariwisata mulai hulu hingga hilir. Sektor pendidikan, PPN membantu mencari donor pembiayaan secara hibah, sehingga tidak bergantung kepada APBN maupun APBD.
"Selain infrastruktur pendidikan, Kementerian bersama Kemendikdasmen juga akan mencarikan solusi terkait tenaga kependidikan," kata Bu Nyai sapaan akrabnya.
Baca Juga:
Miris! Satu Keluarga di Kabupaten Malang Jadi Sindikat Curanmor, Mertua hingga Anak dan Menantu DitangkapWabup menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PPN/ Bappenas yang memberi perhatian khusus kepada Pemkab Malang.
"Harapan kami , kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik baiknya untuk bangkit dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang," jelasnya.
Terakhir, Wabup Malang berpesan jangan sampai memanfaatkan program nasional untuk dijadikan bahan korupsi mengingat program dari presiden ini bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat khususnya para petani. (*)