Diikuti 600 Peserta, Unesa Pecahkan Rekor Muri Terapi Mental Butterfly Hug

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

27 Okt 2024 13:04

Thumbnail Diikuti 600 Peserta, Unesa Pecahkan Rekor Muri Terapi Mental Butterfly Hug
Para peserta tampak mengikuti terapi mental Butterfly Hug dengan serius. (Foto: Humas Unesa)

KETIK, SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Terbaru, Unesa berhasil mencatatkan prestasinya di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk kategori terapi mental butterfly hug dengan peserta terbanyak, yakni 600 orang pada Sabtu, 26 Oktober 2024.

Terapi mental Butterfly Hug ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, tetapi juga pimpinan, dan segenap civitas akademica di lingkungan kampus Unesa.

Dekan Fakultas Psikologi (FPsi) Unesa, Diana Rahmasari mengatakan, kegiatan terapi batterfly hug ini merupakan bagian dari komitmen dan bentuk perhatian lembaga terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama mahasiswa. 

Hal ini tidak lepas dari isu kesehatan mental yang akhir-akhir ini menjadi perhatian masyarakat. Dimana angka stres dan depresi mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Baca Juga:
Beranggotakan Profesor Perempuan Terbanyak se-Tanah Air, Muslimat NU Pecahkan 2 Rekor MURI

Mengutip data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas), Dekan FPsi melanjutkan, jumlah kasus "mengakhiri hidup" di Indonesia bertambah dari 618 kasus pada 2020 menjadi 1.350 kasus pada 2023. 

"Mahasiswa tidak hanya dihadapkan pada tuntutan akademik, tetapi juga masalah keluarga, hubungan personal, dan berbagai stressor lain yang berpotensi mengancam kesehatan mental mereka," jelas Diana.

Foto Ratusan mahasiswa saat mengikuti terapi mental Butterfly Hug. (Foto: Humas Unesa)Ratusan mahasiswa saat mengikuti terapi mental Butterfly Hug. (Foto: Humas Unesa)

Dosen sekaligus psikolog Unesa itu menambahkan bahkan Hingga pertengahan Agustus 2024, angka tersebut bahkan mencapai 8.049 kasus, yang berarti rata-rata tiga orang "mengakhiri hidup" setiap harinya. Tekanan hidup dan perubahan sosial yang cepat turut menyumbang tingginya stres di kalangan mahasiswa. 

Baca Juga:
Ketua DPRD Kota Malang Tekankan Pentingnya Safety Net Terpadu untuk Kesehatan Mental Mahasiswa

"Kesehatan mental merupakan isu penting yang harus menjadi perhatian kita semua," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Madlazim menyampaikan pentingnya perhatian pada kesehatan mental sebagai bagian dari kesejahteraan hidup dan pencapaian prestasi civitas academica. 

"Mari kita mulai menyadarkan diri bahwa kesehatan mental itu sangat penting untuk menjamin kualitas hidup dan akademik" paparnya.

Beberapa mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini ikut mengungkapkan perasaan mereka sesaat setelah melakukan terapi Butterfly Hug. Salah satunya adalah Wisnu Putra Airlangga, mahasiswa S-1 Psikologi angkatan 2023. Baginya, terapi ini membantunya lebih menghargai diri sendiri dan memahami batasan yang ada.

"Saya sempat sedih karena terlalu keras mengejar target hidup tanpa mempertimbangkan kemampuan. Kegiatan afirmasi tadi benar-benar membantu saya untuk lebih respek pada diri sendiri," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Inspiratif! SMAN 1 Mojolaban Sukoharjo Adakan Program Sosial, Berbaur dengan Masyarakat Sambilawang

Baca Selanjutnya

Hadiri Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari Ke-72, Pjs Bupati Asahan Disambut Hangat Kapolres

Tags:

kesehatan mental Butterfly Hug Rekor MURI Faktor Psikologis mahasiswa Perubahan sosial tekanan hidup

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar