Diduga Depresi, Pria Asal Lumajang Tewas Gantung Diri di Desa Buduan Kabupaten Situbondo

Jurnalis: Abdul Hakim
Editor: Heru Hartanto

25 Apr 2024 12:09

Thumbnail Diduga Depresi, Pria Asal Lumajang Tewas Gantung Diri di Desa Buduan Kabupaten Situbondo
Jenazah korban saat dievakuasi petugas dibantu warga ke mobil ambulan Puskesmas Suboh. (Foto Abdul Hakim/Ketik)

KETIK, SITUBONDO – Seorang laki-laki asal Kabupaten Lumajang ditemukan warga dalam kondisi gantung diri di pohon mangga yang berada di halaman rumah kosong di Dusun Buduan Utara, RT 001, RW 004, Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kamis (25/04/2024).

Informasi yang berhasil himpun ketik.co.id dilokasi kejadian menerangkan, bahwa korban bernama Supatmo (48), warga Dusun Darungan, RT 20, RW 06, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang mengalami depresi. Hal ini ketahui dari keterangan saudara korban, Muhammad Novi Misdu (35) yang sudah berada di sekitar TKP.

"Korban adalah kakak tertua saya mas, kami enam bersaudara. Setelah mendapat kabar tentang kakak dari saudara sepupu, saya bersama bapak dan ibu langsung ke sini," ungkap adik korban, Muhammad Novi Misdu (35) bersama salah satu sudaranya, Sunoko, kepada ketik.co.id di sekitar TKP. 

Novi mengatakan, selama ini kakaknya (korban) kerja di Kalimantan. "Almarhum bekerja di Kalimantan kurang lebih 20 tahun, Kakak pulang ke Lumajang hanya satu tahun sekali setiap lebaran," tuturnya.

Baca Juga:
Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Ketika ada di rumah, sambung Novi, kakak mengaku sumpek dan ingin kerja ke Bali hingga akhirnya kakak berangkat ke Bali, ikut saudara sepupunya, Sunoko. "Rencananya di Bali Almarhum mau kerja proyek bangunan, tapi takdir bicara lain, kakak meninggal di Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Kami keluarga ikhlas dengan kepergian kakak untuk selama-lamanya," tuturnya.

Lebih lanjut, Novi mengatakan, selama hidupnya korban dikenal sebagai sosok yang senang menyendiri. "Kakak saya itu pendiam dan kalau ada saudara main ke rumah, dia lebih sering mengurung diri di kamar. Jadi seperti orang yang mengalami depresi berat," ujarnya.

Sementara itu Sunoko menceritakan sebelum kejadian gantung diri, korban bersama dirinya berangkat ke Bali tujuan Jembrana dalam rangka kerja bangunan dengan menumpang kendaraan Travel pada Selasa (23/04/2024) sekira pukul 17.00 WIB. Namun, setibanya di Denpasar Bali, korban ingin kembali pulang ke Lumajang. "Jadi korban bersama saya belum sampai ke Jembrana Bali atau di lokasi kerja kembali pulang," ujarnya.

Lebih lanjut, Sunoko mengatakan, ketika sampai di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, korban yang mengalami depresi minta pulang ke Lumajang naik bus jurusan Probolinggo. "Korban saat itu bilang merasa ketakutan seperti dikejar orang dan ingin membunuhnya, padahal itu hanya halusinasi korban saja," tuturnya.

Baca Juga:
Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Sebelum sampai di terminal Probolinggo, lanjut Sonoko, saat berada di  rumah makan di daerah Kecamatan Bungatan untuk istirahat dan makan, pada Kamis (25/04) sekitar pukul 02.00 WIB, korban kembali berubah pikiran sehingga Sunoko pun mengikuti kemauan korban.

"Kemudian sekitar pukul 05.15 WIB, kami naik mobil taksi bison jurusan Besuki. Akan tetapi sesampainya di depan SPBE Suboh, tiba-tiba minta turun dan minta diantar ke pasar Buduan dengan naik kendaraan ojek. Di sekitar pasar Buduan, korban duduk-duduk di kursi dekat kantor Polsek Suboh. Kemudian korban pamit ke saya mau beli rokok," tutur Sunoko.

Setelah ditunggu satu jam lebih, kata Sunoko, korban tidak datang-datang, kemudian dia mencari korban dan menanyakan kepada sejumlah orang yang ditemuinya. "Saya tiga kali cari korban ke pasar tapi tidak ketemu, saya juga tanya ke sejumlah orang apakah melihat korban dengan ciri-ciri yang saya sebutkan, tapi mereka tidak melihat dan mengetahuinya," papar Sunoko.

Tiba-tiba, sambung Sunoko, di dekat TKP ramai orang kalau di atas pohon mangga ada orang terlihat gantung diri dan sudah dalam kondisi meninggal. "Setelah dilihat, ternyata orang yang gantung diri dan sudah meninggal itu adalah saudara yang dari tadi saya cari-cari," bebernya. Foto Korban saat di RSUD BesukiKorban saat menjalani visum atau pemeriksaan luar oleh Tim Forensik Polres Situbondo dan dokter RSUD Besuki. (Foto : Abdul Hakim/ketik.co.id)

Tidak lama kemudian kejadian tersebut oleh warga setempat dilaporkan ke Polsek Suboh. Setelah menerima laporan warga, sejumlah anggota Polsek Suboh mendatangi TKP dan petugas melihat korban masih dalam menggantung di pohon tersebut.

"Kemudian petugas menghubungi pihak Puskesmas Suboh. Setelah itu, anggota Polsek Suboh bersama sama anggota Koramil Suboh, petugas Puskesmas dan dibantu oleh warga menurunkan jasad korban, lalu jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Besuki dengan menggunakan kendaraan ambulan," pungkas Sunoko.

Kapolsek Suboh AKP Subaidi mengatakan, menurut keterangan bapak dan saudara korban, bahwa korban diduga mengalami depresi setelah datang kerja dari Kalimantan. "Korban melakukan aksi nekat itu karena diduga mengalami depresi setelah datang kerja dari Kalimantan," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter RSUD Besuki bersama Tim Inavis Polres Situbondo, di jasad korban tidak ditemukan tanda-tamda kekerasan. "Bapak dan adik kandungnya korban menolak untuk otopsi dan menerima dengan kejadian tersebut atas kehendak Allah SWT. Setelah keluarga korban menandatangani surat pernyataan, jenasah korban langsung kita serahkan ke keluarganya," jelas Kapolsek Suboh. (*)

 

Baca Sebelumnya

Harga Bahan Pokok Turun, Pacitan Alami Deflasi -2,49 Persen

Baca Selanjutnya

Pj Wali Kota Batu Didapuk Jadi Komandan Upacara Puncak Hari Otoda XXVIII

Tags:

Diduga Depresi Pria Asal Lumajang tewas Gantung Diri Buduan situbondo Situbondo Terkini Berita Situbondo

Berita lainnya oleh Abdul Hakim

Silaturahmi Mas Rio dengan Masyarakat Besuki, Sinyal Kuat Penuhi Janji Politiknya

19 Desember 2024 16:49

Silaturahmi Mas Rio dengan Masyarakat Besuki, Sinyal Kuat Penuhi Janji Politiknya

Tak Berfungsi 4 Hari, Traffic Light di Perempatan Alun-Alun Besuki Dikeluhkan Pengendara

19 Desember 2024 16:41

Tak Berfungsi 4 Hari, Traffic Light di Perempatan Alun-Alun Besuki Dikeluhkan Pengendara

1.475 Peserta Sekolah Orang Tua Hebat Angkatan II 2024 di Situbondo Diwisuda

11 Desember 2024 15:05

1.475 Peserta Sekolah Orang Tua Hebat Angkatan II 2024 di Situbondo Diwisuda

Rio-Ulfi Raih Suara Terbanyak Pilbup Situbondo 2024, Tim Pemenangan: Semoga Jadi Pemimpin Amanah

5 Desember 2024 19:11

Rio-Ulfi Raih Suara Terbanyak Pilbup Situbondo 2024, Tim Pemenangan: Semoga Jadi Pemimpin Amanah

Rekapitulasi Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pilkada Situbondo Lancar, Ini Hasil Lengkapnya

5 Desember 2024 18:30

Rekapitulasi Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pilkada Situbondo Lancar, Ini Hasil Lengkapnya

Tahap Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan Pilbup Situbondo Selesai, Ini Hasil Perolehan Suara Dua Paslon

2 Desember 2024 18:10

Tahap Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan Pilbup Situbondo Selesai, Ini Hasil Perolehan Suara Dua Paslon

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar