Didiagnosa SJS, Bocah di Jember Alami Kulit Melepuh Sekujur Badan

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Muhammad Faizin

16 Jan 2024 08:03

Thumbnail Didiagnosa SJS, Bocah di Jember Alami Kulit Melepuh Sekujur Badan
Bocah di Jember alami Steven Johnson Syndrome, kulit melepuh di sekujur tubuh (Foto: Dinkes Jember)

KETIK, JEMBER – Bocah berusia 14 tahun asal Dusun Sumberan, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember mengalami penyakit kelainan kulit yang langka. Diduga usai mandi di sungai, kondisi kulit di sekujur tubuh bocah laki-laki itu melepuh dan kini ia tengah dirawat di RSD dr. Soebandi. 

Penanggung jawab pasien berinisial A itu, dr. Gebyar Tri Baskoro Spesialis Anak, menyampaikan jika pasiennya mengalami Stevens Johnson Syndrome (SJS). Menurut teori, penyakit langka tersebut disebabkan karena hipersensitivitas pasien terhadap reaksi alergi yang berlebihan. Sekitar 70-90 persen disebabkan karena obat, sedangkan 10 persen sisanya adalah faktor lain-lain.

"Kalau kasus anak ini cukup repot, penyebabnya ada multifactorial. Dari pengakuan ibunya dia makan ikan tongkol, tapi itu seminggu sebelum dia berenang di sungai kemudian timbul seperti sakit cacar, kulit melepuh dan demam," papar dr Gebyar, Selasa (16/1/2024).

Karena demam, bocah bernasib malang tersebut kemudian minum obat paracetamol yang dibeli di warung. Bukan membaik, malah titik-titik kulit melepuh semakin bertambah banyak. A lalu diperiksakan di puskesmas terdekat setelah beberapa jam dirujuk ke RSD dr. Soebandi.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Anak itu kemudian dirawat oleh dokter spesialis anak dan dokter spesialis kulit. "Awalnya pasien mengalami dehidrasi dan penurunan kesadaran yang kita rawat di ICU. Sekarang kondisinya berangsur membaik dan berada di ruang isolasi bangsal anak," imbuhnya.

Perawatan intensif dan isolasi dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi dari kulit yang mengelupas. Menurut dr Gebyar ada tiga hal yang perlu diperhatikan selama perawatan, yakni menjaga cairan agar tidak dehidrasi, termoregulasi untuk mencegah hipotermia, serta memperhatikan gizi dari makanan yang dikonsumsi.

Sedangkan penyebab pasti dari gejala SJS belum diketahui secara pasti. "Jika penyebab obat tapi disini kita beri paracetamol tidak terjadi apa-apa. Apakah dari karena mandi di sungai kemudian terjadi infeksi virus bakteri bisa menyebabkan SJS. Tetapi jarang sekali kasus ini, itu yang repot," imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Jember dr. Hendro Soelistijono menyampaikan bahwa kondisi pasien yang dirawat di RSD dr. Soebandi sudah membaik. "Kulit yang melepuh sudah kering," katanya.

Baca Juga:
Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Meskipun belum terbukti jika SJS yang dialami bocah tersebut karena mandi di sungai, dr. Hendro menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal yang sama. 

"Memang saya sarankan mandi di sungai itu memang tidak baik karena tidak bisa menjamin kebersihan sungai nya," tutupnya.(*)

 

Baca Sebelumnya

Inilah Fakta Gunung Inierie, Puncak Tertinggi Pulau Flores

Baca Selanjutnya

Bikin Resah! Puluhan Pemuda Konvoi Sambil Bawa Sajam Diamankan Polres Tuban

Tags:

Bocah alami penyakit langka Steven Johnson Syndrome SJS Jember Mandi di sungai RSD dr. Soebandi Dinkes Jember Kulit melepuh sekujur tubuh

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar