Demi Kesejahteraan Petani, HKTI Usulkan HPP Gabah Senilai Rp 6.757

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

24 Apr 2024 10:45

Thumbnail Demi Kesejahteraan Petani, HKTI Usulkan HPP Gabah Senilai Rp 6.757
Direktur Eksekutif HKTI, Subuh Prabowo. (Foto: HKTI)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkomitmen untuk melakukan penyesuain harga pembelian pemerintah (HPP) gabah. Hal ini dilakukan setelah penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) 2023.

Rencana Bapanas itu disambut baik oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Direktur Eksekutif HKTI, Subuh Prabowo mengatakan, setelah menunggu sekian lama akhirnya saat ini pemerintah melakukan penyesuaian kembali terkait HPP.

"Sudah bertahun-tahun pemerintah tidak menyesuaikan HPP gabah, alhamdulillah pecah telur sejak 2023 dan akan dilakukan penyesuaian setiap tahunnya. Kami dan petani menyambut baik hal ini," ujar Subuh dalam keterangan tertulis.

Proses penyesuaian HPP 2024 saat ini tengah berlangsung. Bapanas mengundang dan berdiskusi dengan semua pihak terkait pertanian. HKTI memandang HPP harus menjamin 30 persen keuntungan plus 10 persen jaminan resiko dari biaya pokok produksi gabah per kilogramnya. Berdasarkan kalkulasi tersebut, HKTI secara resmi telah mengusulkan HPP gabah kering panen (GKP) naik menjadi Rp. 6.757.

Baca Juga:
Gus Tamim Dorong Revolusi Pertanian dari Desa, Greenhouse Jadi Simbol Kemandirian Petani Blitar

"Dari survey biaya pokok produksi ditambah keuntungan 30% dan jaminan resiko itulah HKTI usulkan HPP 2024 naik jadi Rp. 6.757," tambahnya.

Lebih lanjut, penyesuaian HPP ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan kesejahteraan dari para petani. Jika petani sejahtera, maka ketahanan pangan akan meningkat lantaran petani akan semangat untuk menanam padi.

Selain itu, HKTI berharap dengan HPP baru, BULOG harus semakin proaktif menyerap dan membeli petani. BULOG harus segera penuhi gudang-gudangnya dengan menyerap gabah petani. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dipenuhi dari gabah petani.

HKTI mengusulkan konsep harga dasar dan harga tertinggi untuk gabah yang berlaku untuk semua usaha perberasan, BUMN dan swasta. Dan diberlakukan sanksi bagi yang membeli dibawah harga dasar atau sebaliknya.

Baca Juga:
Dukung Ketahanan Pangan, HKTI Jatim Siapkan Bibit Jagung KIP Varietas Unggulan untuk Petani

Yang pasti harga dasar harus menjamin minimal 30% keuntungan bagi petani. Harga dasar terutama diberlakukan saat panen raya yang biasanya harga gabah jatuh. 

"Dengan konsep harga dasar dan harga tertinggi ini memberikan jaminan kepastian harga gabah kepada petani," paparnya.

"Misal disepakati harga dasar Rp. 6.000 maka saat panen raya dengan gabah melimpah Bulog dan swasta tidak boleh membeli gabah petani dibawah harga dasar, jadi petani tidak rugi,"imbuhnya.

Dengan adanya konsep harga dasar dan harga tertinggi, dapat memberi jaminan harga kepada pelaku usaha perberasan dan konsumen. Harga gabah dan beras menjadi relatif stabil dan terukur. Konsep ini sendiri pernah diterapkan pemerintah di masa Pak Harto dan terbukti berhasil.(*)

Baca Sebelumnya

Ada Perbaikan Jalur Gumitir yang Retak, Ini Kendaraan yang Bisa Melintas

Baca Selanjutnya

Pancaroba Picu Bencana, BPBD Pacitan Klaim Bulan April Masih Aman

Tags:

HPP Bapanas harga gabah petani Bulog Subuh Prabowo HKTI

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar