DEMA UIN Malang Resmikan KATI, Kampus Alam Konservasi Pertama di Sidodadi

Jurnalis: Lalu Ahmad Albani Atsauri
Editor: Gumilang

20 Nov 2025 03:15

Thumbnail DEMA UIN Malang Resmikan KATI, Kampus Alam Konservasi Pertama di Sidodadi
DEMA UIN Malang resmi menutup rangkaian program Semesta Mengabdi di Desa Sidodadi dengan meresmikan kampus alam KATI. (Foto: Dok. DEMA UIN Malang)

KETIK, MALANG – Kementerian Desa dan Lingkungan Hidup DEMA UIN Malang resmi menutup rangkaian program Semesta Mengabdi di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, pada Jumat, 15 November 2025.

Program yang berlangsung sejak 17 Agustus ini meninggalkan capaian besar berupa pendirian Kampus Alam Tegalsari Indonesia (KATI)—sebuah kampus alam tanpa dinding yang mengusung pendidikan dan konservasi sebagai inti geraknya.

Program pengabdian ini dirancang dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), metode yang menekankan penggalian kekuatan terbaik yang dimiliki suatu komunitas.

Ketika tim pengabdian terjun ke Sidodadi, mereka menemukan desa yang kaya potensi alam dan budaya, namun dalam waktu yang sama menghadapi ancaman ekologis: pendangkalan sungai, banjir tahunan, dan erosi lahan.

Baca Juga:
Bukan Sekadar Seremoni, DKA Unikama Jadikan Diseminasi Ormawa Ajang ‘Uji Kelayakan’ Proker

“Kami melihat bahwa menjadikan Sidodadi sebagai wisata massal justru berpotensi merusak lingkungan dan melemahkan peran masyarakat,” ujar Fiqhan, Menteri Desa dan Lingkungan Hidup DEMA UIN Malang, sekaligus penanggung jawab program ini.

“Karena itu, kami mengembangkan model eduwisata berbasis konservasi—yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan penonton.”

KATI: Kampus Masa Depan Berbasis Konservasi

KATI hadir sebagai kampus alam tanpa dinding yang menerapkan tridarma perguruan tinggi secara langsung di lapangan:

Baca Juga:
Cetak Atlet Nasional Sejak Dini, Kadisdik Jatim Dampingi Mendikdasmen Tinjau Pembinaan Atlet di SMANOR Sidoarjo
  • Alam menjadi ruang belajar,
  • Masyarakat bertindak sebagai dosen,
  • Aksi konservasi menjadi laboratorium pendidikan dan penelitian.

Melalui konsep ini, KATI diharapkan menjadi pusat riset lapangan dan pengabdian jangka panjang, sekaligus model kampus alternatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Selama empat bulan program berlangsung, tim berhasil menyusun kurikulum KATI, SOP kelembagaan, profil lembaga, hingga guide book yang merumuskan arah pengembangan KATI ke depan.

Tak berhenti di situ, tim juga merintis bank data konservasi sebagai dasar penyusunan perencanaan jangka panjang di Sidodadi.

Konservasi untuk Pelajar—Mulai dari SMP

Di bidang pendidikan lingkungan, tim meresmikan Ekstrakurikuler Konservasi Alam di SMP PGRI 04 Gedangan. Kegiatan ini menjadi unit edukasi konservasi tingkat pelajar, mengajarkan dasar-dasar ekologi, pemetaan sungai, observasi lapangan, hingga pembuatan bank bibit mangrove di sekolah.

Riset Lapangan: Dari Pemetaan Ekologi hingga Bank Bibit Mangrove

Sepanjang program, tim mencatat sejumlah output berbasis riset dan aksi lapangan, di antaranya:

  • Pembentukan Bank Bibit Mangrove,
  • Pemetaan Sungai Bajulmati mencakup titik pendangkalan, area kritis, kawasan rehabilitasi, serta prioritas penanaman,
  • Penyusunan kurikulum dan sistem kelembagaan KATI,
  • Publikasi artikel,
  • Pengembangan enam modul keilmuan KATI.

“Pengabdian ini bukan seremonial. Semua yang kami kerjakan berbasis data, analisis potensi, dan aksi nyata di lapangan,” tegas Fiqhan.

Komitmen Jangka Panjang untuk Sidodadi

KATI diproyeksikan sebagai pusat konservasi dan pendidikan lingkungan jangka panjang. Ke depannya, lembaga ini akan mengembangkan kelas alam, laboratorium sungai, pelatihan riset desa, hingga program eduwisata konservasi yang melibatkan masyarakat secara lebih menyeluruh.

“KATI adalah model kampus masa depan,” tambah Fiqhan. “Bukan hanya belajar teori, tetapi turun langsung di alam. Ini ruang belajar yang relevan untuk generasi baru yang membutuhkan pengalaman nyata dalam konservasi.”

Penutupan Semesta Mengabdi ditandai dengan refleksi bersama dosen, masyarakat, pihak sekolah, perangkat desa, hingga puluhan mahasiswa.

Peresmian KATI menjadi puncak kegiatan—sekaligus awal dari komitmen baru untuk menjadikan Sidodadi sebagai desa konservasi yang mandiri dan berkelanjutan. (*)

Baca Sebelumnya

Jelang Penetapan WPR, Pemkab Nagan Raya Perkuat Akses Legal Bagi Penambang Rakyat

Baca Selanjutnya

Kak Yusya Cetak Sejarah UINSA, Jadi Nakhoda Baru DKD Pramuka Jatim! Berikut Profilnya

Tags:

DEMA UIN MALANG KAMPUS ALAM KATI DESA SIDODADI PROGRAM MENGABDI SEMESTA MENGABDI KAMPUS ALAM TEGALSARI INDONESIA

Berita lainnya oleh Lalu Ahmad Albani Atsauri

Mahasiswi Sastra Inggris UIN Malang Raih Bronze Medal IDEA FEST 4 Tingkat Nasional

28 November 2025 10:07

Mahasiswi Sastra Inggris UIN Malang Raih Bronze Medal IDEA FEST 4 Tingkat Nasional

SMP Charis Malang Inisiasi Mission Trip, Bentuk Karakter Siswa Lewat Pentas Drama dan Charity

28 November 2025 06:45

SMP Charis Malang Inisiasi Mission Trip, Bentuk Karakter Siswa Lewat Pentas Drama dan Charity

Fairy Tales Reimagined: Drama Siswa SMP Charis Malang Suguhkan Kisah Klasik Bernuansa Modern

28 November 2025 06:15

Fairy Tales Reimagined: Drama Siswa SMP Charis Malang Suguhkan Kisah Klasik Bernuansa Modern

FISIP UB Luncurkan Program Magister Ilmu Pemerintahan, Wujudkan Nyata Kontribusi Akademik

27 November 2025 06:30

FISIP UB Luncurkan Program Magister Ilmu Pemerintahan, Wujudkan Nyata Kontribusi Akademik

Dorong Inovasi Kebijakan, FISIP UB Kumpulkan Akademisi dan Kepala Daerah dalam Government Academic Forum 2025

27 November 2025 06:00

Dorong Inovasi Kebijakan, FISIP UB Kumpulkan Akademisi dan Kepala Daerah dalam Government Academic Forum 2025

Forum Dokter Muda UNISMA Turun ke Desa: Beri Edukasi dan Layanan Kesehatan Gratis

26 November 2025 13:24

Forum Dokter Muda UNISMA Turun ke Desa: Beri Edukasi dan Layanan Kesehatan Gratis

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar